Pejaring Ikan Asal Lepak, Ditemukan Tewas Dipantai Rambang Lotim

LOTIM – Pantai Rambang desa Surabaya kecakatan Sakra Timur Lombok Timur memakan korban, Minggu (5/6) sekitar pukul 16.20 Wita, Agus Marsudi (52)  salah seorang warga Lepak Timur kecamatan Sakra Timur, Mayatnya ditemukan mengapung di pinggir pantai dalam kondisi meninggal dunia.

Kasus penemuan mayat ini sempat menghebohkan warga setempat, khususnya warga yang sedang berwisata di pantai, dan kasusnya dalam penyelidikan aparat kepolisian

Informasi yang dihimpun,  korban Minggi pagi, bersama saudaranya turun ke pantai,untuk memasang jaring ikan di pinggir pantai, namun, tak berapa lama korban tak terlihat dipermukaan, membuat saudaranya gelisah, dan melakukan pencarian, namun korbanpun tak ditemukan,

Tak berapa lama saudara korban berteriak meminta tolong warga yang terlihat di sekitaran pantai, setelah mencari kurang 10 menit, akhirnya  korban ditemukan oleh warga dalam kondisi mengapung di pinggir pantai, dalam kondisi tak bernyawa.

Korban saat itu juga warga bersama saudara korban mengevakuasi korban kedaratan, dan korbanpun dibawa pulang pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kapolsek Sakra Timur melalui Kasi Humas Polres Lotim,Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan, adanya laporan salah seorang warga Lepak yang di temukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di pinggir pantai Rambang

” Kita sudah menerima laporan tersebut,  dan korbanpun telah dibawa pulang oleh keluaraganya,untuk dimakamkan,” jelasnya,seraya mengatakan, kematian korban inipun masih dalam penyelidikan.

Sebelum ditemukan tewas, korban bersama saudaranya, mencari ikan di pinggir pantai rambang tersebut, dengan cara memasang jaring ikan.

Ketika memasang jaring tersebut, saudara korban tak terlihat, sehingga berusaha mencari dan meminta tolong warga yang ada di sekitaran pantai.

Dalam.pencaeian tersebut, korban ditemuman oleh warga di pinggir pantai dalam kondisi mengapung dan sudah tak bernyawa.

” adanya laporan penemuan mayat inj, anggota langsung mendatangi TKP serta lakukan olah TKP,” jelasnya, seraya mengatakan penyebab kematian koban maih dalam penyelidikan