Kurang Ajar, Anak Dibawah Umur “Digilir” Pacar Bersama Tujuh Temannya
LOMBOKita – Kasus asusila di wilayah Kabupaten Lombok Timur kembali terjadi. Kali ini menimpa anak di bawah umur, sebut saja namanya Bunga (12) siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD).
Warga kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur itu menjadi korban kasus asusila yang dilakukan oleh pacarnya. Bunga dipaksa sang pacar untuk melayani nafsu bejatnya, selanjutnya diserahkan untuk digilir oleh tujuh orang dan mengakibatkan korban mengalami pendarahan bagian alat vital.
Akibat kejadian ini, keluarga korban merasa keberatan dan membawa kasus yang menimpa anaknya ke jalur hukum.
Informasi yang dihimpun, terungkapnya perbuatan bejat para pelaku tersebut lantaran korban mengalami pendarahan akibat digilir oleh delapan orang.
Nasib apes yang dialami Bunga itu terjadi pada Sabtu (29/1/2022) sekitar pukul 23.00 Wita.
Sebelum kejadian, korban dijemput pacarnya, sekitar pukul 20.00 Wita dan langsung dibawa ke rumah nenek pelaku yang saat kejadian sedang sepi.
Kurang ajarnya lagi, pacarnya justru menyerahkan Bunga untuk digilir kepada tujuh orang temannya.
Di rumah nenek korban yang saat itu sedang sepi, pelaku langsung mengajak korban melakukan hubungan intim layaknya suami isteri, namun ditolak oleh Bunga.
Pelaku yang sudah dirasuki nafsu setan berusaha melucuti celana korban dan berhasil menjalankan aksi bejatnya. Setelah puas, pelaku langsung menyerahkan korban kepada tujuh orang temannya untuk berhubungan badan secara bergiliran.
Orang tua korban yang mendengar laporan anaknya telah dinodai oleh delapan orang seketika naik pitam dan melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur untuk diproses hukum.
Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono didampingi Kapolsek Keruak Ipda Mastar saat dikonfirmasi, mengatakan kasus itu telah diserahkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Lotim.
“Untuk penanganan kasus asusila ini, kita langsung serahkan penanganannya ke Unit PPA Satreskrim Polres,” ucapnya.
Kasi Humas Polres Lotim Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus asuila ini.
“Pihak keluarga korban telah melapor ke SPKT Polres Lotim. Kini masih tahap penyelidikan,” jelas Nicolas.
