Laju Pertumbuhan Ekonomi Lotim, Terbaik di NTB
LOTIM Lombokita – Kontraksi laju pertumbuhan ekonomi kabupaten Lombok Timur, selama pandemi covid 19 melanda, mengalami dampak cukup signifikan, meski demikan, laju petumbuhan PDRB Lotim masih bisa bernafas, dan masuk katagori terbaik dari yang terjelek dari kabupaten kota di NTB, dengan mengesampingkan sektor pertambangan atau tanpa bijih logam.
“Tahun 2020, Lotim merupakan kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di NTB, dan masuk katagori kontraksi ekonomi terendah, dibandingkan 9 kabupaten kota lain di NTB,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Timur L Putradi dalam rapat koordinasi bersama Sekda dan Kepala Bappeda Lotim, Selasa (9/3).
Provinsi NTB saja menurut Putradi, kontraksi laju pertumbuhan ekonominya sebesar -5 persen, sementara Lotim hanya -3,10 persenhal ini menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi Lotim terbaik dari 10 kabupaten kota di NTB ini.
“Dampak Kasus pandemi covid 19 yang cukup panjang ini, ternyata dampaknya sangat besar, terhadap pertumbuhan ekonomi,” jelasnya,
Menurut Putradi, minus kecil yang dialami Lotim, terbantu oleh Tiga Sektor, yaitu pertanian, pertambangan dan perdagangan.
“Yang paling besar membantu yaitu sektor pertanian 0,39 persen, termasuk sektor pertambangan,s eperti masih adanya masayrakat yang membangun, baik itu tempat ibadah maupun rumah,” ucapnya.
Hal ini menunjukkan, di Lombok Timur ini, meski alami pandemi covid 19 cukup panjang, masih ada yang melakukan pembangunan
Sekda Lombok Timur HM Juani Taofik juga mengaku, kalau efek psikologis akibat pandemi covid 19, memang sangat besar dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat, namun patut disukuri ternyata, laju pertumbuhan ekonomi Lombok Timur, alami dampak terkecil dari kabupaten kota yang ada di NTB.
“Kita sukuri, ternyata meski dilanda pandemi, kekuatan masyarakat masih mampu dongkrak pertumbuhan ekonomi Lombok Timur,” ucapnya.
Menurut Taofik, apalagi sektor pertanian dinilai memiliki peran sangat besar dalam membantu laju pertumbuhan ekonomi di Lotim di bandingkan dengan Sektor pariwisata yang alami penurunan cukup signifikan, sehingga pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait,
“Kita akan mulai meningkatkan dan memaksimalkan keberadaan sektor pertanian ini,” katanya,, seperti mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan, termasuk memanfaatkan lahan tidur yang ada.
Termasuk juga, dirinya akan mendorong Dinas Pertanian untuk lebih kreatif membangun komoditi komoditi lain,termasuk peningkatan produksi hasil pertanian, apalagi saat ini, dan iklim sangat mendukung untuk sektor pertanian.
“Kita juga berharap, sektor pertanian inipun jangan sampai terjadi minus, terlebih pandemi saat ini masih berjalan,” katanya.
Karena kita membutuhkan ekonomi saat ini,sehingga geliat ekonomi di masayrakat, untuk terus di tingkatkan, termasuk publik juga harus bijak melihat hal ini.
Selain sektor pertanian, yang memiliki kontribusi menguntungkan yaitu dari pertambangan galian C, “Galian C ini masih dimanfaatkan untuk pembangunan sektor pariwisata di Lombok Tengah,” katanya,
sehingga hal ini juga salah satu faktor pendukung rendahnya kontraksi ekonomi Lombok Timur.
