Pemkab Lotim, Terus Perangi Pernikahan Usia Anak

LOTIM Lombokita – Tingginya angka kasus pernikahan usia di kabupaten Lombok Timur, pemkab Lotim terus melakukan terobosan terobosan, pencegahan, seperti halnya mengoptimalkan peran kampung KB.

untuk mewujudkan hal tersebut, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy, Kamis (4/3), bertempat di ruang rapat kantor Bupati, membuka kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan diri, dengan mengoptimalkan kampung KB,yang di hadiri seluruh Camat, UPT P3AKB, KUA se Lotim.

Bupati Sukiman dalam sambutannya, meminta seluruh camat, UPT P3AKB dan KUA, untuk gencar melakukan sosialisasi menekan pernikahan usia dini pada masyarakat.

“Seluruh camat di intruksikan untuk segera berkomonikasi dengan desa, untuk segera membentuk Perdes tentang pernikahan dini,” tegasnya, dan per 31 Maret, perdes tentang masalah ini sudah terbentuk

Tidak itu saja, Sukiman juga, mengharuskan akhir April di seluruh desa sudah menjadi kampung KB.

“Seluruh Posyandu yang ada, akhir Mei sudah menjadi Posyandu keluarga,” ucapnya.

Dikatakan Sukiman, semakin banyak peserta KB di masing-masing wilayah, hal ini akan dapat menurunnya angka kematian bayi dan ibu melahirkan, serta berkurangnya angka putus sekolah.

Kepala BKKBN Provinsi NTB mengakui pernikahan usia dini merupakan salah satu penyebab timbulnya berbagai masalah kesehatan pada ibu ataupun anak.

Hal ini dikarenakan reproduksi perempuan pada usia di bawah 20 tahun dikatagorikan belum siap.

Selain dapat menyebabkan kematian pada ibu dan anak, dampak lain yang ditimbulkan antara lain stunting pada anak dan kanker leher rahim pada ibu.

Selain itu, kontribusi ibu dibawah usia 20 tahun pada kelahiran bayi dengan berat lahir rendah (KBBLR) juga sangat tinggi.

Sementara itu Kepala Dinas DP3AKB Ahmat menyoroti kualitas SDM Kabupaten Lombok Timur yang masih rendah. Hal tersebut ditandai peringkat IPM Kabupaten Lombok Timur yang berada di posisi 8 dari 10 kabupaten/kota se-NTB.

Menurutnya, hal ini tidak lepas dari berbagai permasalahan di bidang pendidikan dan kesehatan.

Masalah yang masih dihadapi dalam bidang Kesehatan antara lain tingginya angka kematian ibu, angka kematian bayi, dan status gizi balita termasuk stunting.

Menurutnya, masih tingginya angka pernikahan dini di Kabupaten Lombok Timur, tahun 2020 tercatat sebanyak 42 kasus pernikahan usia anak.

” Pencegahan pernikahan usia anak dimaksudkan pula mewujudkan anak yang berkualitas, mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.” jelasnya