Mendongeng, Alternatif Cara Menghilangkan Trauma Anak Pasca Terjadi Gempa ‎ ‎

LOMBOKita – Universitas Hamzanwadi melalui kolaborasi Program Studi PG PAUD dan Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pelatihan Mendongeng dan Penyajian Dongeng untuk mengurangi trauma anak pasca gempa 2018.

Dimana  Pelaksanaan kegiatan ini merupakan program Pendanaan dari Kemenristekdikti dalam sub bidang Program Kemitraan Masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini diikuti oleh sekitar 30 guru yang tersebar di beberapa kecamatan di Lotim.

Diantaranta   tiga sekolah mitra yang terlibat dalam kegiatan ini, tiga sekolah mitra tersebut adalah TK Hamzanwadi Pancor, TK Al Asyari Reban Tebu, dan RA Dharma Wanita Selong. 

Hal ini ditegaskan Ketua Pengabdian Masyarakat,Sandy Ramdhani menegaskan bahwa  kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan guru TK/PAUD dalam menulis Dongeng dan menyajikan dongeng bertema gempa bumi tersebut sebagai cara untuk sejak dini mengajarkan mitigasi bencana terutama gempa bumi kepada anak.

Dengan harapan  agar  anak memiliki gambaran  tentang yang dilakukan ketika ada gempa bumi. 

” Proses mendongeng dan teknik penyajian dongeng merupakan salah satu cara yang penting dalam proses mengajarkan anak usia dini terhadap berbagai hal,” tegasnya.

Sementara salah satu pimpinan sekolah mitra, Hj.Hasni menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu bekal.guru TK /PAUD untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya. 

Selain itu Kegiatan ini  merupakan rangkaian dari.kegiatan yang dimulai agustus – september nantinya. akan ada tahap monitoring kepada Guru-Guru peserta pelatihan sehingga di akhir pelatihan ada produk yang dihasilkan oleh Guru-guru TK / PAUD nantinya.‎