Simulasi PKD Bandara Lombok, Penumpang Sempat Kaget
LOMBOKita – Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di Bandara Internasional Lombok, Rabu (7/8/2019) sempat membuat sejumlah penumpang kaget.
Betapa tidak, simulasi PKD yang ke-104 tersebut diisi dengan latihan penanganan ancaman keamanan bandara dari serangan teroris. Dalam proses negosiasi pembebasan sandera itu, pelaku teroris terdengar menembakkan senjata api. Hal itu membuat sejumlah pengunjung terlihat panik.
Beberapa simulasi yang digelar diantaranya tentang penanganan Kebakaran Gedung (Fire Building Exercise), kecelakaan Pesawat (Aircfraft Accident Exercise), ancaman keamanan di Bandara Demonstrasi di area Bandara (Security Exercise).
Latihan atau simulasi yang dirancang mendekati keadaan yang sebenarnya (riil) tersebut, dipimpin General Manager (GM) Bandara LIA selaku ketua dari Airport Emergency Committe (AEC).
Direktur Operasi Angkasa Pura I, Windo Asrul mengatakan simulasi PKD tujuan utama pelaksanaan adalah untuk menguji ketanggapan dalam merespons keadaan darurat yang dapat terjadi kapan saja dan menguji ketepatan prosedur mengingat keselamatan dan keamanan para pengguna jasa bandar udara serta seluruh stakeholde.
Latihan atau simulasi melibatkan personil gabungan yang terdiri dari Angkasa Pura Airports, TNI AU Lanud ZAM, TNI AL, Kantor Imigrasi, Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Mataram, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II, Balai Karantina Kelas 1 Mataram BASARNAS Mataram, Kepolisian Resort Loteng, Kodim 1620/Loteng dan instansi pemerintaan lain-lain.
“Terpenting kami pastikan operasional Bandar Udara Lombok Internasional Airport tidak terganggu selama pelaksanaan latihan PKD,” tandasnya.
Pusat Informasi Bandara Lombok pun secara berulang-ulang mengeluarkan himbauan agar para pengguna jasa bandara tetap tenang selama pelaksanaan simulasi yang digelar hingga malam itu.
