Suhaili Merasa Kinerja OPD Melemah Memasuki Akhir Jabatan
LOMBOKita – Bupati Lombok Tengah HM Suhaili Fadil Tohir merasa kinerja sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kian melemah menjalankan program, terutama yang bersentuhan langsung ke masyarakat.
Hal itu diutarakan Bupati HM Suhaili FT saat memberikan pengarahan usai senam bersama di Bencingah Adiguna Praya, Jumat (2/8/2019).
Padahal, kata bupati, sejak periode pertama kepemimpinannya di Kabupaten Lombok Tengah telah banyak mengeluarkan program yang diharapkan mampu sebagai semangat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Sudah ada program Lemper Madu, Pemberdayaan Rumah Ibadah dan sebagainya,” kata bupati.
Menurut Suhaili FT, sejumlah OPD terkesan lambat dan kurang kompak dalam penyusunan program, sehingga pelaksanaan pun kurang optimal ke masyarakat.
“Itu yang saya rasakan bahwa semangat kerja rekan-rekan OPD melemah. Padahal saat-saat ini mulai akhir masa jabatan saya menjadi bupati,” kata HM Suhaili FT di hadapan para Kepala Dinas.
Bupati Lombok Tengah dua periode itu juga menyebutkan, penyusunan program yang dilakukan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) masih banyak bersifat rutinitas. Belum ada kreatifitas yang ditonjolkan.
“Saya melihat koordinasi antar OPD yang masih kurang, sinergi lemah dan pelaksanaan pun tidak maksimal,” ujar bupati.
Lambannya realisasi pelaksanaan program tersebut, lanjut bupati, terbukti dengan angka pengentasan kemiskinan di daerah Tatas Tuhu Trasna (Tastura) itu.
Untuk memaksimalkan kinerja OPD tersebut, Bupati meminta kepada seluruh Kepala Dinas agar tidak gengsi dan terus belajar serta tidak takut salah dalam menyusun dan melaksanakan program.
“Staf-staf yang punya kemampuan di masing-masing OPD itu harus maksimalkan perannya. Jika mereka mampu, silakan suruh mereka bekerja. Jangan malu bertanya pada staf,” pinta bupati.
