Dandim1615 Lotim Nonton Bareng Film G30S|PKI Bersama Pemuda Muhammadiyah
LOMBOKita – Komandan Distrik Militer 1615 Lombok Timur, Letkol.Inf. H.Agus Setiandar melakukan kegiatan nonton bareng film penghianatan G30S|PKI. Dengan para pemuda Muhammadiyah Lombok Timur yang bertempat di perguruan Muhammadiyah Lotim,Minggu (30|9).
Bahkan dalam kegiatan tersebut, Dandim 1615 Lotim juga turut memberikan orasi ilmiah kepada para pemuda Muhammadiyah Lotim. Terkait dengan masalah sejarah kelam yang telah menimpa bangsa ini dimasa lalu yang harus diketahui.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Muhammadiyah Lotim, Abdul Malik, jajaran kepolisian dan pemuda muhammadiyah Lotim.
Dandim 1615 Lotim, Letkol.Inf. H.Agus Setiandar sebelum pemutaran film penghianatan G30S|PKI itu diputar dalam penyampaiannya meminta kepada para pemuda Muhammadiyah untuk jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Seperti halnya mengenai masalah penghianatan G30S|PKI yang merupakan sebuah sejarah kelam bangsa ini. Tentunya harus diketahui bersama oleh masyarakat dan anak bangsa ini.
Karena bahaya laten komunis itu sangat berbahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Apalagi komunis itu tidak memiliki agama yang tentunya harus tetap diwaspadai kebangkitannya.
” Benar atau tidaknya fakta sejarah bukan untuk kita perdebatkan,namun yang jelas bangsa indonesia telah memiliki sejarah kelam bangsa ini,dengan adanya pergerakan dari bahaya laten komunis,” tegasnya.
Sementara Ketua DPD Muhammadiyah Lotim, Abdul Malik mengajak kepada pemuda Muhammadiyah untuk bisa mengenang terhadap pristiwa atau kejadian yang pernah terjadi menimpa bangsa ini.
Dengan adanya penghianatan G30S|PKI yang telah membunuh para jenderal-jenderal yang merupakan putra terbaik bangsa ini dengan begitu kejam. Sehingga tentunya ini menjadi bahan intropeksi untuk tetap selalu waspada atas bangkitnya lagi bahaya laten komunis tersebut.
” Pemuda muhammadiyah harus mengetahui sejarah bangsa ini,salah satunya penghianatan G30S|PKI,” tegasnya.
Keterangan foto : Dandim 1615 Lotim nonton bareng bersama pemuda Muhammadiyah.
