Diduga Terjadi Praktik Jual Beli Obat Milik PKM Terara Secara Ilegal
LOMBOKita – Di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Terara diduga terjadi praktik jual beli obat milik PKM secara ilegal. Dengan dilakukan oleh oknum petugas gudang obat PKM Terara sebagai penjual dan dua orang oknum petugas PKM lainnya sebagai pembeli obat tersebut.
” Memang betul ada dugaan praktik jual beli obat secara ilegal di PKM Terara,” ungkap oknum petugas PKM Terara kepada wartawan yang enggan dikorankan namanya.
Ia menuturkan kasus dugaan penjualan belian obat milik PKM Terara secara ilegal diketahui pada tanggal 12 September 2018. Dimana oknum petugas PKM itu datang ke gudang obat untuk mengantar bayar obat,kemudian mendengar percakapan diantara keduanya,termasuk diantaranya ada yang berstatus masih magang.
Sementara saat melakukan transaksi pada saat jam pulang kantor atau situasi PKM sedang sepi. Dengan oknum petugas PKM tersebut mengambil obat di gudang dari oknum petugas gudang obat. Seperti obat Injeksi 1 kotak vitamin neorobion, injeksi sepe,ondan dan ketorolak.
Apalagi obat PKM yang dibeli itu dari informasi yang ada untuk digunakan praktik oleh dua oknum petugas tersebut. Sehingga tentunya kalau dalam aturan tidak dibolehkan.
” Harganya aji batur atau sesama teman,” kata petugas PKM Terara menirukan percakapan antara oknum petugas gudang obat dengan oknum petugas yang membeli obat tersebut.
Kemudian lanjutnya, dirinya menelpon oknum petugas gudang obat tersebut, dengan menanyakan mengenai masalah tersebut.Akan tapi dijawab oleh oknum petugas gudang obat itu mengklaim kalau sudah diijinkan oleh kepala gudang obat yang pindah.
Selain itu juga ada oknum masih bertugas di lingkup PKM yang mengajarkan kepada oknum petugas yang membeli obat untuk segera mengganti obat yang dibeli. Dengan alasan minjam agar tidak terbukti dan aman,sehingga selamat dari atasan.
” Apa yang saya katakan ini sesuai dengan dilapangan” ujarnya seraya mengatakan dirinya memiliki bukti mengenai masalah itu.
Sementara mengenai masalah adanya pernyataan, Kepala PKM Terara, Drg Rahman Yuwono yang mengatakan kalau masalah ini tidak terlepas dari masalah asmara. Itu tidak benar sama sekali,meski dirinya memiliki hubungan dengan oknum petugas gudang obat tersebut.
Akan tapi tidak ada sangkut pautnya dengan masalah pekerjaan. Karena sejak mencuatnya kasus ini dari kepala PKM Terara mengumpulkan kami untuk dilakukan klarifikasi dalam menyelesaikan masalah tersebut.
Dimana Kepala PKM mengatakan agar jangan sampai masalah ini diketahui orang luar dan Dikes. Karena resikonya bisa dipindahkan dan kalian di pecat.
” Dengan pernyataan Kepala PKM itu sepertinya mencari aman dari masalah tersebut,dengan PKM menganggap kalau kasus itu sudah selesai,karena ada salah faham,” tandasnya.
Ditempat terpisah oknum petugas gudang obat PKM Terara dengan insiala ST, saat dikonfirmasi membantah isu tersebut, karena tidak ada seperti itu mengenai adanya dugaan penjualan obat secara ilegal di PKM.
” Tidak benar itu,karena disebabkan ada orang sakit ini dan biasalah di PKM seperti itu,” katanya singkat saat di hubungi melalui via ponselnya
Kepala PKM Terara,Drg Rahmat Yuwono saat dikonfirmasi dengan tegas menampik adanya dugaan penjualan obat ilegal di PKM Terara sebagaimana isu yang berkembang ditengah-tengah masyarakat. Melainkan yang ada hanya kesalahfahaman saja,akan tapi sudah diselesaikan dengan baik.
” Tidak benar kalau di PKM Terara ada penjualan obat ilegal,karena kalau benar tentunya resikonya sangat berat sekali,” kata Rahmat Yuwono.
Ia menjelaskan begitu pihaknya mendapatkan informasi seperti itu langsung mengumpulkan semua karyawannya.Dengan menanyakan satu persatu untuk meminta penjelasan mengenai masalah tersebut.
Sehingga setelah dikumpulkan dan dipertemukan,kemudian ada titik terang dari permasalahan yang muncul. Dengan lantaran masalah putus cinta diantara oknum petugas gudang obat dengan kekasihnya yang juga sama tempat bekerja di gudang obat.
Maka inilah yang menyebabkan oknum tersebut yang juga petugas di PKM Terara ngomong sembarang. Tanpa pernah memikirkan dampak yang akan ditimbulkan kedepannya,makanya dirinya langsung memberikan teguran.
” Mencuatnya isu itu disebabkan karena masalah asmara cinta yang putus membuat sakit hati,sehingga terjadi kesalahfahaman untuk kemudian diselesaikan dengan baik agar tidak melebar,” ujarnya.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Drg. Asrul Sani saat dikonfirmasi menegaskan sampai saat ini dirinya menerima laporan dari Kepala PKM Terara mengenai masalah tersebut. Sehingga tentunya akan kami lakukan kroscek kebenarannya.
” Belum saya terima laporan,karena kalau memang betul terjadi sudah masuk ranah hukum,” tegas Asrul Sani singkat.
Keterangan Foto : Kondisi PKM Terara

2 Komentar
Miris skali…
Komentar ditutup.