Prrum Bulog Salurkan Bantuan Gizi ke 155 Anak Stunting di Lotim
LOTIM LOMBOKita– Perum Bulog melalui program _Bulog Peduli Gizi_ menyalurkan bantuan untuk mengentaskan kasus stunting di Kabupaten Lombok Timur. Penyerahan dilakukan di Kecamatan Sakra, Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 4.650 kilogram beras Fortivit, 13.250 susu UHT, dan 155 unit magic com* diserahkan kepada 155 anak yang mengalami stunting di wilayah tersebut.
“Kegiatan ini rutin kami lakukan dengan menyasar beberapa titik di Indonesia. Dan hari ini kita menyasar anak-anak di Lotim, di Kecamatan Sakra,” terang Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Dhana Putra Prasetya.
Program ini akan berlangsung selama tiga bulan. Setiap bulan, keluarga stunting akan mendapatkan bantuan beras Fortivit dan susu.
Selain bantuan, penerima juga akan mendapat pendampingan dari tim kesehatan. Keluarga diberikan edukasi tentang cara memberikan gizi yang tepat serta mengatasi berbagai permasalahan kesehatan anak.
“Kita akan terus melakukan pemantauan, dan tiga bulan ke depan, kami akan turun kembali melihat dampak program ini,” katanya.
Sakra dipilih karena merupakan salah satu kantong stunting di Lotim. Penentuan lokasi ini juga berdasarkan survei yang dilakukan Bulog.
“Kita ingin mulai dari sekitar Bulog dulu, nanti setelah itu kita akan lanjutkan ke yang lebih luas lagi,” ujarnya.
Beras Fortivit yang diberikan berbeda dengan beras biasa. Beras premium ini ditambahkan multivitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang balita.
“Beras Fortivit sebenarnya tidak jauh berbeda dengan produksi beras premium pada umumnya. Hanya saja, ada tambahan proporsi mineral dan vitamin di dalamnya,” jelasnya.
Penambahan vitamin dan mineral tidak dilakukan sembarangan, melainkan mengikuti standar minimum dari Kementerian Kesehatan dan sudah melalui uji laboratorium.
Beras Fortivit memiliki dua jalur distribusi, dijual di pasaran dan disalurkan berdasarkan pesanan dari pemerintah daerah untuk intervensi stunting.
“Karena dibuat berdasarkan pesanan, sehingga stok di pasaran saat ini tidak terlalu banyak. Harganya sekitar Rp16 – Rp19 ribu per kilo,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Lotim, Lalu Aries Fahrozi menyampaikan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2025, kasus stunting Lotim berada di angka 25 persen. Ia berharap pada survei tahun ini angkanya bisa menurun.
“Apa yang dilakukan Perum Bulog hari ini bagian dari ikhtiar kita dan tentu kita sangat berterima kasih kepada Bulog yang telah membantu Pemkab Lotim untuk mengatasi stunting, khususnya di Sakra,” katanya.
Ia menambahkan masalah stunting tidak hanya disebabkan oleh asupan gizi, tetapi juga pola asuh dan riwayat penyakit lain yang memengaruhi penyerapan gizi pada anak.
“Sehingga pada acara ini kita tidak hanya memberikan bantuan saja, tapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak. Dengan harapan jika ada anak-anak yang terdeteksi memiliki penyakit tertentu, bisa ditindaklanjuti. Di samping mendapatkan asupan gizi yang baik, kita pastikan bahwa kondisinya memang baik untuk menyerap gizi yang kita berikan,” tutupnya.
