Bupati Iron : Pelatihan Berbasis Kompetensi Harus Sesuai Kebutuhan Pasar
LOTIM LOMBOKita – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan program pelatihan berbasis kompetensi sangat bermanfaat dan menjadi langkah positif bagi para peserta. Menurutnya, lulusan SMA, SMK, maupun perguruan tinggi belum tentu langsung memiliki keterampilan praktis.
“Melalui pelatihan inilah mereka ditempa dan dibekali keahlian yang nyata,” ujarnya pada Penutupan Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Penyerahan Bantuan Peralatan dari dana DBH-CHT Tahun Anggaran 2026 di Pendopo Bupati, Selasa (8/9/2026).
Bupati menekankan ke depan jenis pelatihan yang diberikan harus benar-benar sesuai kebutuhan pasar dan kondisi daerah. Penyelenggara tidak boleh hanya fokus pada pelatihan yang sama terus-menerus.
Dibutuhkan pemetaan terhadap kebutuhan masyarakat yang menyesuaikan latar belakang serta potensi Sumber Daya Alam (SDA) di lingkungan tempat tinggal peserta. “Penyedia pelatihan perlu jeli melihat peluang,” katanya.
Ia juga mengingatkan keterampilan yang diasah harus selaras dengan bakat peserta. Karena itu, bantuan peralatan yang diberikan hendaknya disesuaikan dengan minat dan kebutuhan di wilayah masing-masing.
Pelatihan-pelatihan kekinian seperti _content creator_ dinilai sangat positif dan perlu terus didorong keberlanjutannya.
Atas nama Pemerintah Daerah, Bupati menyampaikan apresiasi dan selamat kepada para peserta yang menerima bantuan peralatan. Ia berpesan agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal.
Bupati Haerul juga mengingatkan peserta untuk tidak ragu kembali memperdalam ilmu jika membutuhkan pemantapan materi agar semakin percaya diri.
Terakhir, ia berharap komunikasi dan koordinasi antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Pemda melalui Dinas Ketenagakerjaan Lombok Timur dapat senantiasa terjaga.
Perwakilan BPVP Lombok Timur, Haeruziyat, menyampaikan Kementerian Ketenagakerjaan telah menyalurkan anggaran APBN ke sejumlah lembaga pelatihan untuk menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai 31 ribu orang.
Fokus utama program ini adalah meningkatkan kompetensi tenaga kerja agar sesuai kebutuhan industri, bukan sekadar minat pribadi, sehingga lulusan siap kerja maupun berwirausaha.
Pada Agustus 2026, pemerintah pusat memberikan Anggaran Belanja Tambahan. LLK Selong menerima alokasi pelatihan bagi 720 peserta yang dilaksanakan secara bertahap dalam beberapa batch. Selain ilmu dari instruktur, peserta juga difasilitasi peralatan penunjang usaha.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh demi membuka peluang karier sekaligus memberi ruang bagi calon peserta di gelombang berikutnya,” imbau Haeruziyat.
Acara dirangkaikan dengan penyematan kartu nama secara simbolis oleh Bupati. Selanjutnya Bupati bersama Wakil Bupati menyerahkan bantuan peralatan dari dana DBH-CHT kepada perwakilan penerima, dilanjutkan penyerahan santunan manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris.
