278 Guru TK se-Lotim Ikuti Workshop Nasional Pembelajaran Mendalam Berbasis Computational Thinking

Keterangan foto: ratusan guru TK se Lombok Timur yang mengikuti workshop tingkat nasional berfoto bersama Kadis Dikbud Lotim M Nurul Wathoni serta Ketua GOW Lotim.

LOTIM LOMBOKita – Pengurus Daerah Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI Kabupaten Lombok Timur menggelar Workshop Nasional bertajuk “Pembelajaran Mendalam Berbasis Pengembangan Berpikir Komputasional di Taman Kanak-Kanak”.

Kegiatan ini digelar guna memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan diikuti 278 guru TK dari seluruh pelosok Lombok Timur.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lotim M. Nurul Wathoni mengatakan, pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali para pendidik PAUD dengan paradigma baru dalam mengajar.

Fokus utamanya adalah mengenalkan _computational thinking_ atau berpikir komputasional.

“Bukan sebagai pemrosesan komputer yang rumit, melainkan sebagai kerangka berpikir logis, sistematis, kritis, dan kreatif melalui kegiatan bermain yang bermakna bagi anak usia dini,” jelas Wathoni.

Keberlangsungan acara mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai organisasi wanita serta pendidikan. Pembukaan ditandai prosesi resmi oleh Ketua Pokja 1 TP PKK Kabupaten Lombok Timur yang hadir mewakili Bunda PAUD Kabupaten Lombok Timur.

Turut hadir Hj. Mahyu Wardani Edwin selaku Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lombok Timur, Ketua Pokja 2 PKK Kabupaten Lotim mewakili Bunda PAUD, serta jajaran pejabat Dinas Dikbud. Mulai dari Kepala Bidang PAUD PNF, Kepala Bidang Kebudayaan, Kepala Seksi Peserta Didik PAUD, Kepala Unit Dikbud Kecamatan Selong, hingga Pengurus Pusat & Provinsi IGTKI-PGRI.

Lebih lanjut Wathon menekankan peran vital guru TK sebagai fondasi awal pembentukan karakter dan kecerdasan anak.

“Guru TK adalah fondasi utama pendidikan bangsa. Peningkatan kapasitas diri secara berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan agar kita mampu menyajikan pembelajaran yang relevan, menantang, sekaligus menyenangkan bagi anak-anak kita,” sebutnya.

Sebagai narasumber utama, Eka Putri Handayani selaku Ketua Pengurus Pusat IGTKI membedah konsep _deep learning_ atau pembelajaran mendalam dan _computational thinking_ yang diintegrasikan ke dalam kurikulum TK.

Ia memaparkan strategi menyusun aktivitas belajar berbasis pemecahan masalah, pengenalan pola, dan dekomposisi yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan anak, tanpa menghilangkan esensi dunia anak yaitu bermain.

Melalui workshop ini, IGTKI-PGRI Kabupaten Lombok Timur berharap kualitas layanan PAUD di Lotim semakin meningkat. Tujuannya mencetak generasi emas yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki ketajaman berpikir logis sejak usia dini.