Kadis Dikbud Lotim Apresiasi SDN 1 Batuyang Lunasi Tabungan Siswa Capai Rp300 Juta

Keterangan foto: Kepala dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( Dikbud) Lombok Timur M Nurul Wathoni

LOTIM LOMBOKita – Kasus dugaan penggelapan uang tabungan siswa yang dilakukan salah seorang guru di SDN I Batuyang mencapai Rp 300 juta  tersebut, akhirnya telah terselesaikan.uang siswa tersebut telah dikembalikan dan dibagikan .

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lombok Timur M Nurul Wathoni mengapresiasi komitmen SDN 1 Batuyang, Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur, dalam menyelesaikan tabungan siswa yang tidak terbagi tepat waktu yang sempat viral di media sosial dengan nilai total hampir Rp300 juta.

“Terima kasih pada kepala sekolah, Kanit UPTD Dikbud, pihak Polsek, kadus, pengurus komite, para guru dan berbagai pihak yang telah ikut mengawal sehingga uang tabungan siswa di SDN 1 Batuyang bisa dibagikan lebih awal, maju 1 bulan dari perjanjian yang sudah disepakati guru yang bersangkutan bersama wali murid ,” Ucap Wathon.

Pelunasan tabungan tersebut dilakukan Jumat (21/8) bertempat di aula SDN 1 Batuyang Pringgebaya.dan kedepan tidak terulang lagi kasus serupa.

“Alhamdulillah Jumat (21/8) bertempat di aula SDN 1 Batuyang Pringgabaya, para wali murid yang tabungan anaknya belum dibagikan, telah terbayarkan,” Sebutnya

Dengan demikian pelunasan tersebut dapat mengakhiri polemik yang terjadi.
Wathoni berharap kasus serupa tidak terjadi lagi di tahun depan, baik di SDN 1 Batuyang maupun di sekolah lain di Lombok Timur.

“Kita berharap kasus tabungan di SDN 1 Batuyang menjadi pelajaran bagi sekolah lain, “tegasnya,seraya meminta pihak kepala sekolah di Lombok Timur bisa lebih serius mengawasi aktifitas guru dalam mengurus tabungan siswa.

Kadis juga meminta pihak sekolah membuat SOP agar mudah diawasi dan dievaluasi oleh pimpinan sekolah. Selain itu pengawas dan UPTD juga diminta melakukan langkah-langkah pencegahan dini.

“Dalam rangka memastikan uang tabungan bisa dibagikan utuh tepat waktu, dan tentu sebagai bentuk pembelajaran, kita juga akan lakukan pembinaan agar ada efek jera serta pembelajaran bagi yang lain,” pungkas Wathoni.