Kapolri Serahkan Pin Emas ke Gubernur NTB dan Bupati Lotim, Dorong Swasembada Bawang Putih
LOTIM LOMBOKita – Kapolri menyerahkan pin emas kepada Gubernur NTB HL Iqbal dan Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dalam program percepatan swasembada bawang putih nasional.
Penyerahan dilakukan saat kegiatan tanam dan panen raya bawang putih di Sembalun, Lombok Timur, Senin (18/8/2026). Kegiatan ini juga dihadiri Menko Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Komisi IV DPR RI Tutik Soeharto, dan Menteri Pertanian.
“Ini tantangan bagaimana membangkitkan dan mengulang kembali keberhasilan panen raya bawang putih seperti pada masa kejayaan puluhan tahun lalu. Kalau semua ini bisa berjalan maka akselerasi swasembada bawang putih sukses,” ujar Kapolri.
Ia menegaskan Polri ingin melihat hasil dari bibit-bibit terbaik hasil penelitian dalam program tanam tahun ini.
“Kita sama-sama tunjukkan kalau Indonesia bisa swasembada bawang putih kembali,” katanya.
Kabagharkam Polri Irjen Pol. Mardiono menyebut program ini merupakan bentuk dukungan Polri terhadap Asta Cita pemerintah, khususnya di sektor pangan.
“Indonesia pernah swasembada bawang putih dan kuat di tahun 1995 yang capai seribu ton lebih bawang putih,” ujarnya.
Sebagai fasilitator, Polri memperkuat koordinasi dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani. Program ini dilakukan serentak di 14 Polda. Kontribusi terbesar ada di Polda NTB dengan produksi panen 1.200 ton dari luas areal 120 hektar.
Di Sembalun sendiri dilakukan panen 105 ton dengan estimasi produksi 150 ton yang melibatkan 9 kelompok tani.
“Satgas akan terus melakukan pendampingan dan mengawal hingga panen dengan harapan bisa meningkatkan produksi dalam negeri menuju swasembada bawang putih nasional,” jelas Mardiono.
Kapolda NTB Irjen Pol. R. Umar Kalingga mengatakan Polri bekerja sama dengan kelompok tani di Sembalun mendukung swasembada bawang putih. Penanaman dilakukan kerja sama dengan kelompok tani sejak 2025 dengan luas awal 15 hektar.
“Potensi lahan seluas 604 hektar. 100 hektar sudah ditanam sebelumnya. Penanaman serentak seluas 120 hektar. Hingga saat ini lahan yang sudah ditanam 900 hektar dengan asumsi produktivitas 10 ton per hektar. Potensi produksi 1.500 ton,” jelas Kalingga.
Untuk meningkatkan produksi, petani diberikan bantuan sarana prasarana dari Kementerian Pertanian. Dukungan ini sebagai upaya pengelolaan lahan seperti peningkatan hasil produksi, pengendalian hama tanaman, hingga pembangunan gudang bawang putih.
“Pembiayaannya anggaran bantuan dari Pemda dan Pemprov. Ini wujud dukungan Polri dalam menyukseskan swasembada pangan,” pungkasnya.
