Pemkab Lotim Usulkan 10.998 Formasi ASN ke Pusat, Dominasi Guru dan Tenaga Teknis
LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur mengusulkan kebutuhan Aparatur Sipil Negara ASN sebanyak 10.998 orang kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kekurangan pegawai di berbagai sektor pelayanan publik.
Jumlah formasi yang akan dibuka masih menunggu persetujuan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPAN-RB.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Lotim, Yulian Ugi Lusianto mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan melalui sistem e-formasi sesuai mekanisme yang ditetapkan pemerintah pusat.
“Semua kebutuhan sudah kami usulkan melalui e-formasi. Nanti yang menentukan jumlah formasi tetap KemenPAN-RB,” kata Yulian, Rabu (8/7).
Berdasarkan hasil Analisis Jabatan Anjab dan Analisis Beban Kerja ABK, kebutuhan ASN di Lotim terdiri dari 3.779 formasi guru, 2.356 tenaga kesehatan, dan 4.863 tenaga teknis.
Yulian menjelaskan kebutuhan terbesar masih berada pada sektor pendidikan. Selain itu, Pemda juga membutuhkan tambahan tenaga kesehatan untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat serta tenaga teknis untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan.
“Pemerintah daerah hanya mengusulkan kebutuhan berdasarkan hasil Anjab dan ABK. Sementara jumlah formasi yang nantinya dibuka bergantung pada kebijakan pemerintah pusat serta kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan berapa pun jumlah formasi yang disetujui akan menjadi dasar pelaksanaan rekrutmen ASN di Lotim.
“Kalau nanti disetujui 2.000 formasi, ya itu yang kami laksanakan. Kalau jumlahnya lebih banyak, tentu kami juga mengikuti keputusan pemerintah pusat,” katanya.
Di sisi lain, BKPSDM mencatat sebanyak 58 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK paruh waktu sudah tidak lagi aktif.
Rinciannya, 30 orang diberhentikan karena lulus seleksi PPPK Sekolah Rakyat, 12 orang mengundurkan diri, 10 orang diberhentikan akibat pelanggaran disiplin, dan 6 orang meninggal dunia.
“Berkuangnya jumlah PPPK paruh waktu tersebut tidak otomatis menambah kuota formasi ASN yang akan dibuka. Kami tetap menunggu keputusan KemenPAN-RB setelah melakukan penyesuaian dengan kemampuan keuangan daerah,” tegas Yulian.
Ia berharap usulan kebutuhan ASN yang telah disampaikan dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat, sehingga kekurangan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, maupun tenaga teknis di Lombok Timur dapat dipenuhi secara bertahap melalui rekrutmen ASN tahun ini.
