Orok Bayi Dalam Kondisi TakbBernyawa Ditemukan Mengapung Disaluran Irigasi, Gegekan Warga
LOTIM LOMBOKita – Warga Desa Pijot, Kecamatan Keruak, digegerkan penemuan orok bayi meninggal dunia di saluran irigasi, Senin pagi (16/6).
Orok berjenis kelamin laki-laki itu diperkirakan berusia 9 bulan dalam kandungan. Kondisinya mengapung tanpa busana di permukaan air dengan posisi terlungkup.
Penemuan pertama kali dilakukan warga yang hendak memasang selang mesin pompa air. Setelah meletakkan mesin pompa, ia terkejut melihat orok bayi mengambang di saluran irigasi. Warga tersebut kemudian pulang dan memberitahu warga lain, lalu melaporkan ke pihak kepolisian.
*Polisi Pasang Police Line, Dokter Perkirakan Kematian >24 Jam*
Petugas Polsek Keruak langsung datang ke lokasi, memasang police line, dan melakukan olah TKP. Warga berdatangan melihat kejadian tersebut.
Hasil pemeriksaan awal dokter Puskesmas Keruak menyebutkan panjang badan bayi 53 cm, terdapat luka di bagian tubuh, dan kondisi sudah membusuk. Kematian diperkirakan terjadi lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
Jenazah orok bayi selanjutnya dikebumikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembuangan bayi. Dugaan sementara mengarah pada hasil hubungan gelap.
Kapolsek Keruak melalui Kasi Humas Polres Lotim Lalu Rusmaladi saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah menerima laporan kasus tersebut.
“Kita sudah terima laporan, pelaku masih lidik,” tegasnya.
Kasus ini kini ditangani Polres Lombok Timur untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
