Dilkbud Lotim Berbelasungkawa Dan Datangi Rumah Siswi SDN 5 Pengadangan Yang MD Saat Berwisata
LOMBOKita – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud);Lombok Timur M. Nurul Wathoni bersama Sekretaris Dinas L. Bayan Purwadi , pengawas, Kanit UPTD, para guru SD se kecamatan Pringgasela mengunjungi rumah duka Arena Olivia, siswi SDN 5 Pengadangan yang meninggal dunia saat kegiatan wisata di Gili Kondo Sambelia beberapa waktu lalu.
di Dusun Bebokar, Desa Pengadangan kecamatan Pringgasela.
Kunjungan tersebut untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus silaturahmi kepada keluarga korban, guru, dan tokoh masyarakat. Pertemuan berlangsung haru, penuh kekeluargaan dan keterbukaan.
“Alhamdulillah, kunjungan kami diterima baik pihak keluarga, termasuk kades dan tokoh masyarakat di Dusun Bebokar,” Ucap Kadis Nurul Wathon.
Terhadap musibah yang dialami siswa tersebut, menurut Wathon, pihak orang tua dan keluarga telah menerima kematian korban sebagai suatu musibah.
” Orang tua korban menyambut baik kedatangan rombongan dari Dinas dan para guru, dan menyampaikan ucapan Terima. Kasis tas perhatian Dinas Dikbud dan para guru, ” ujarnya.
Wathon juga mengatakan, terhadap musibah yang dialami siswa SD 5 Pengadangan itupun, dirinya menyampaikan keprihatinan. Karena sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan surat edaran resmi yang melarang perpisahan yang memberatkan wali siswa dan melarang perpisahan dalam bentuk karya wisata.
“Sejak awal kami lakukan sosialisasi melalui UPTD se-Lotim, pengawas, bahkan media sosial dan media lainnya agar dipahami sekolah dan wali murid. Dalam edaran itu kami tetap membolehkan perpisahan, tapi dilakukan di lingkungan sekolah, tidak berlebihan, dan ada poin khusus melarang karya wisata untuk menjaga keamanan siswa,” jelasnya.
Namun, faktanya masih ada sekolah yang melaksanakan karya wisata dengan berbagai alasan. Dan pihaknya pun akan memanggil pihak sekolah untuk klarifikasi
Wathoni menegaskan pihaknya tetap berpegang pada regulasi dan surat edaran yang sudah dikeluarkan. “Karena sejak awal kami larang karya wisata, maka kami akan evaluasi dan pelajari kejadian di SDN 5 Pengadangan ini.” Tegasnya
Hari Senin minggu ini Dinas akan memanggik kepala sekolah dan pihak terkait untuk klarifikasi,, dan tentu kami akan mengambil sikap,
Setelah klarifikasi selesai, hasilnya akan dikoordinasikan dengan tim internal, termasuk dengan BKPSDM.
“Ini pelajaran bagi kita semua, terutama kepala sekolah, pengawas, dan UPTD tentang pentingnya mewujudkan sekolah ASRI: Aman, Sehat, Resik, dan Indah, serta taat pada regulasi yang ada. Kami ingatkan terus agar program sekolah terkoordinasi dengan pengawas dan UPTD di wilayah masing-masing, termasuk bidang terkait di Dikbud Lotim. Jangan sampai sekolah jalan sendiri,” tegas Wathoni.
