Aksi Demo di Kejari Lotim, ,TNI Bersenjata Laras Panjang Lengkap Amankan Kantor Kejaksaan
LOTIM LOMBOKita – Sejumlah anggota Kodim 1615 Lombok Timur berseragam dengan menenteng senjata laras panjang lengkap dan anggota berseragam lainya, berjaga-jaga di halaman kantor Kejaksaan Negeri Lotim,Selasa (12/5).
Informasi yang dihimpun, diturunkannya sejumlah anggota TNI berseragam dan membawa senjata sengaja untuk mengamankan aksi demo yang akan dilakukan aliansi mahasiswa dan masyarakat Lotim.
” Kami hanya menjalankan perintah pimpinan saja,” kata sejumlah anggota TNI di kantor Kejaksaan Negeri Selong.
Keberadaan anggota TNI berseragam lengkap dilengkapi senjata tersebut, membuat para aktivis dan masyarakat yang datang ke kantor kejaksaan Lotim untuk melakukan aksi demo, dibuat kaget, saat melihat penjagaan kantor kejaksaan yang super ketat oleh anggota TNI berseragam dan senjata laras panjang.
” Kita kaget kejaksaan diamankan TNI bersenjata lengkap,” kata warga dan pendemo di sela aksi demo.
belasan massa aksi datang melakukan aksi ke kantor Kejari Lotim dengan menyampaikan aspirasi untuk mengusut kasus korupsi chorembook,dan sejumlah kasus korupsi yang ditangani kejaksaan.
Tidak itu saja, selain anggota berseragam mengamankan kantor kejaksaan, Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Ery Anderson pun terlihat turun langsung mengamankan aksi tersebut.
” Kami pertanyakan kenapa TNI mengamankan aksi,padahal polisi ada dan ini sudah menyalahi wewenang,maka layak dikembalikan ke barak,” teriak lantang orator aksi secara bergantian di depan kantor kejaksaan
dalam aksi itu salah seorang pendemo berusaha mengoyong-goyang pintu gerbang kantor kejaksaan sehingga membuat anggota TNI dibuat panas.
” Kami minta semua kasus korupsi harus tuntas jangan adanya permainan dalam kasus tersebut,” kata orator aksi Ihwan dalam orasinya.
Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Eky Anderson saya dikonfirmasi mengaku, keberadaan anggota di kantor Kejakaaan sesuai SOP, karena adanya MOU antara dan TNI untuk menjaga kantor kejaksaan.
” Kita berada disana sesuai MoU antara Kejagung dengan TNI, ” Debutnya.
