Sekda Lotim Bersama Kepala BPBD Provinsi NTB Pantau Pembangunan Sementara Jembatan Aik Beta
LOTIM LOMBOKita – Jembatan dusun Aik Beta Desa Perigi Kecamatan Pringgabaya Lombok Timur yang hanyut akibat disalurkan air bah. Akhirnya diperbaiki.
Pembangunan jembatan bantuan Kodam IX Udayana tersebut dipantau langsung Sekda Lotim HM Juaini Taofik bersama Kepala BPBD Provinsi NTB Ir Ahmadi. Kelakhar BPBD Lotim L Mulyadi serta beberapa kepala OPD, Minggu (4/1).
Pemasangan Jembatan Bailey ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir hidrometrologi yang terjadi pada November 2025 lalu, yang menyebabkan jembatan penghubung utama warga setempat putus dan melumpuhkan akses transportasi masyarakat.
“Sejak jembatan tersebut putus, pemerintah daerah terus memikirkan berbagai opsi agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal ” ucap Sekda
Terbangunnya jembatan sementara ini menurut Sekda hasil koordinasi yang baik antara Pak Gubernur, Pak Bupati, dan Pak Danrem Wirabakti, dan membuahkan hasil. Pangdam IX/Udayana memberikan bantuan berupa Jembatan Bailey dengan kekuatan 25 sampai 30 ton, dan pemasangan langsung dikerjakan anggota TNI, Minggu ini.
Sekda menegaskan, meskipun bersifat sementara, kapasitas Jembatan Bailey setara dengan jembatan permanen.
“Kalau truk pengangkut galian C saja maksimal 10 – 15 ton, jembatan ini 25 ton, artinya lebih dari cukup. Namun tentu kehati-hatian tetap menjadi hal utama,” jelasnya.
Juaini juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang sangat tinggi terhadap hadirnya jembatan tersebut. Bahkan, sebelum jembatan Bailey datang, warga secara swadaya membangun jembatan alternatif dari bambu.
“Ini membuktikan bahwa jembatan ini sangat penting dan strategis,” imbuhnya.
Bayangkan, kata Sekda, ada sekitar 140 kepala keluarga di seberang jembatan yang membutuhkan akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Namun dengan hadirnya jembatan ini, 10 sampai 15 hari ke depan aktivitas masyarakat tersebut bisa kembali normal.
Pemerintah daerah, kata Sekda, mendapatkan kontrak pemanfaatan Jembatan Bailey selama 1 hingga 1,5 tahun. Rentang waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk menyiapkan pembangunan jembatan permanen.
“Dalam masa itu, tentu ini menjadi kesempatan bagi kami. Melalui Pak Bupati nanti akan diambil kebijakan untuk membangun jembatan permanen, karena jembatan Bailey ini juga sewaktu-waktu bisa dipakai di daerah lain yang mengalami kondisi darurat. Sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah di tengah tekanan fiskal menjadi strategi paling penting saat ini,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi NTB Ir. Ahmadi menjelaskan bahwa Jembatan Bailey tersebut merupakan aset milik Kodam IX/Udayana yang bersifat pinjam pakai.
“Ini jembatan sementara dan aset milik Kodam IX/Udayana. Sesuai perjanjian, setelah 18 bulan jembatan ini akan dikembalikan ke Kodam. Saya rasa dalam satu setengah tahun ke depan pemerintah daerah sudah bisa memperbaiki jembatan permanen,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kodam IX/Udayana sebelumnya juga telah memasang Jembatan Bailey di Kabupaten Bima, dan saat ini sedang dalam proses penarikan kembali untuk kebutuhan jembatan darurat di wilayah lain di Indonesia.
“Panjang jembatan ini sekitar 24 meter, kekuatannya lebih dari cukup. Bahkan spesifikasinya melebihi yang kita harapkan, karena tiang dan dindingnya dibuat dua lapis. Ini sangat membantu kebutuhan darurat, tidak hanya di NTB, tapi juga untuk wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatera,” pungkasnya.
