Pungli di Obyek Wisata Pusuk Sembalun. Pemkab Lotim Terkesan Pembiaran
LOTIM LOMBOKita – Dugaan pungli yang terjadi di lokasi obyek wisata Pusuk Sembalun, terkesan terjadi pembiaran oleh pemerintah kabupaten. Setiap pengunjung yang masuk areal pusuk. Dipungut uang tiket masuk Rp 10 ribu tanpa ada tiket.
” ini pungli. Masak setiap yang masuk bayar Rp 10 ribu perorangan, sementara tiket tidak ada, ” ucap Saraswati salah seorang pengunjung.
Saat ditanyakan tiketnya. Mereka ( petugas) loket menjawab dengan santai “tidak ada” ini perlu di tertibkan oleh pemkab dan APH.
” jumlah pengunjung yang datang ke area pusuk bisa capai 100 orang saat hari hari libur, belum hari biasa,” jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur Widayat saat di konfirmasi mengatakan dirinya tak menanpik kejadian tersebut, bahkan pihaknya telah melaporkan dugaan pungli di area pusuk tersebut ke polisi.
“Kejadian seperti ini sudah kita laporkan ke polisi sejak lama, tetapi ketika ada terjadi lagi, kita akan telusuri ” katanya.
Kalau alasan tidak ada tiket, menurut Widayat bukan suatu alasan, karena tiket di Dispar banyak. Tinggal mereka datang mengambil.
” Kita akan telusuri Dan menegur para petugas yang ada di area pusuk tersebut. Salah kalau mereka beralasan tidak ada tiket, karena tiket banyak di kantor Dispar,” sebutnya.
Kalau masih ada pungutan. Tanpa ada tiket pengunjung jangan membayar. Jangan dibayar masuk saja gratis.
” ketika pengunjung dipungut Tanpa diberikan tiket jangan bayar, masuk saja ” tegasnya.
