Ponpes Daarusy Syifaa Dukung Polri Tolak Faham Radikalisme dan Terorisme di NTB
LOMBOKita – Pimpinan dan Laskar Ponpes Daarusy Syifaa, menyatakan sikap mendukung Polri menolak faham radikalisme dan aksi terorisme. Sebab, aksi teror seperti kejadian di Surabaya itu tidak dibenarkan oleh ajaran agama Islam.
Hal itu dikatakan Pimpinan dan Laskar Ponpes Daarusy Syifaa Ustadz Tafaul Hamry Jaya, didampingi Wakil Direktur sekaligus Ketua Laskar Ponpes Daarusy Syifaa Ustadz Taufan Iswandi MSi, dan Ustad Huryadi, saat membuka pengajian menjelang waktu Maghrib pukul 17.00 Wita, di Masjid As Salam Ponpes Daarusy Syifa, di Dusun Dasan Tereng Desa Tirtanada, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim), Minggu (3/6/2018).
“Tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut tidak dibenarkan atau mereka bukan orang yang memiliki pemahaman agama Islam sebenarnya,” tegas Ustad Tafaul Hamry Jaya, menanggapi aksi teror bom di Surabaya yang terjadi belum lama ini.
Dalam tausiyahnya di hadapan sekitar dua ratus lebih jama’ah, Ustadz Tafaul menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan ahlak perang pada zaman Nabi Muhammad SAW tidak diperbolehkan untuk membunuh anak-anak, wanita, orang tua yang sudah lanjut usia (lansia), pemuka agama, merusak pohon atau tanaman dan merusak tempat tempat ibadah. Hal tersebut merupakan etika atau ahlak di medan perang, apalagi di tempat yang bukan medan perang atau tempat damai seperti di Negara Indonesia.
Tindakan pengeboman dan pengerusakan, ditegaskan Ustadz Tafaul, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Itu pekerjaan orang yang tidak punya pekerjaan. Bagi orang Islam jangankan di wilayah damai, di wilayah perang saja Allah mengharamkan membunuh anak-anak, wanita, kemudian membunuh orang tua, merusak tempat ibadah, membakar pepohonan.
Karena itu, lanjut Ustadz Tafaul, siapa saja yang melakukan pengerusakan di wilayah damai itu merupakan kejahatan besar atau dosa besar, sebab Indonesia ini wilayah damai.
“Terkait persoalan adanya orang orang Islam yang terlibat, mungkin disebabkan karena kebodohannya atau karena kepentingan dunia. Karena itu, apa saja yang menjadi pengerusakan di Indonesia, haram hukumnya dan tidak boleh diikuti serta tidak boleh ditegakkan karena Indonesia bukanlah wilayah perang,” tegasnya.
Di akhir pengajian Ustadz Tafaul Hamry Jaya, Ustadz Taufan Iswandi M.Si dan beberapa tokoh Ponpes Daarusy Syifaa melakukan foto bersama dan membentangkan spanduk bertuliskan “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Bersama Kita Jaga Keutuhan NKRI, Tolak Faham Radikalisme dan Aksi Terorisme”.
