Dinas Kesehatan Lombok Timur Atensi Penyebaran Kasus DBD
LOTIM LOMBOKita – Dinas Kesehatan Lombok Timur melakukam antisifasi merebaknya Kasus Demam berdarah (DBD) yang terjadi ditengah masyarakat, terutama disaat musim hujan saat ini.
” Kasus DBD ini menjadi atensi kami di Dinas Kesehatan,bahkan seluruh Puskesmas telah diingatkan untuk melakukan pencegahan,” ucap.Plt Dinas Kesehatan Lombok Timur L Aries Fahrozi, Senin.
Dikatakan Fahrozi, jumlah kasus DBD di Lombok Timur tahun ini masih stabil belum ada peningkatan dari tahun sebelumnya. ” angka kasus DBD di Lotim tahun ini masih rendah dari tahun sebelumnya sebagaimana laporan dari Bidang P2KL, ” sebutnya.
Meski demikian menurut Fahrozi, langkah langkah antisifasipatif terus di gaungkankan kepada masyarakat melalui Puskesmas, terutama antisifasi terjadinya kejadian luar biasa.
“Langkah langkah antisifasi kejadian luar bisa telah kita lakukan,” sebutnya. Seraya mengajak masyarakat untuk mencegah merebak terjadinya DBD, masyarakat diajak untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk).
Dengan PSN ini maka jentik jentik yang akan menjadi nyamuk dapat dihentikan metamorfosisnya. ” Pogging memang perlu dilakukan, tetapi itu hanya membunuh nyamuk dewasa saja,” katanya
Dua langkah ini pogging dan PSN sebut Fahrozi memang harus bersama secara simultan dilakukan mencegah merebaknya nyamuk DBD tersebut.
” Kita imbau seluruh masyarakat ditengah cuaca yang tak menentu saat ini, masyarakat tetap menjaga kesehatan, seperti menjaga hidup bersih dan sehat.istirahat cukup serta komsumsi makanan Bergizi,” pesannya.
Bagi yang sakit segera akses pelayanan kesehatan. Melakukan pengobatan atau perawatan kalau dibutuhkan.
” khusus DBD ada tiga hal klasik yang harus dilakukan yaitu 3 M (menimbun, menguras, mendaur ulang),” sebutnya.terutma wadah wadah yang menjadi potensi tempat bersarangnya jentik jentik nyamuk, ” ini langkah yang sangat efektip penanganan terjadinya kasus DBD.
