Bupati Lotim Tinjau Proyek IPLT Ijobalit Senilai Rp 9 Miliar, Target Rampung Akhir 2025

Keterangan FOTO : Bupati Lombok Timur H Haerul warisin di dampingi Kadis PUPR Dewanto Hadi dan Kalakhar BPBD Lotim L Muyadi,meninjau proyek ITLH diwilaya Ijobalit. Rabu

LOTIM LOMBOKita – Prooyek strategis daerah, pembangunan instalasi pengelolaan lumpur tinja {IPLT} senilai Rp 9 miliar dari alokasi dana khusus {DAK} yang berlokasi di wilayah Ijobalit kecamatan labuhan Haji Lombok Timur, ditinjau Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin.

Proyek senilai Rp 9 miliar tersebut, salah satu infrastruktur penting di sektor sanitasi lingkungan. proyek tersebut, pengerjannya kontruksi fisik telah capai 43 persen. ” Kita harapkan proyek ini bisa tuntas akhir 2025, agar pengerjaanya cepat tnttas perlu juga menambah pekerja,” ucap Bupati Iron disela meninjau proyek tersebut, bersama Kepala PUPR Lombok Timur H Dewanto Hadi, Kalakhar BPBD L Mulyadi. Rabu.benar-benar tercapai.

“Tenaga harus ditambah, teknologinya juga jangan lambat. Kita ingin hasilnya cepat dirasakan masyarakat,” tegas Haerul saat memberikan arahan kepada tim pelaksana di lokasi proyek.

Menurutnya, pembangunan IPLT bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. ” keberhasilan proyek ini akan membawa dampak nyata terhadap kualitas hidup warga,” ujarnya..

Fasilitas IPLT Ijobalit dirancang sebagai sistem pengelolaan lumpur tinja yang ramah lingkungan. Hasil olahannya diharapkan mampu menekan pencemaran, mengurangi risiko penyakit berbasis sanitasi, serta memperpanjang umur layanan sistem pembuangan air limbah di kawasan perkotaan.

” Proyek tersebut sebagai investasi jangka panjang yang dapat memberi kontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Pemanfaatan hasil olahan limbah secara ekonomis menjadi peluang baru di bidang lingkungan dan energi.,” sebut iron

Dengan dorongan dan kontrol intensif dari pimpinan daerah, proyek IPLT Ijobalit diyakini bisa selesai tepat waktu dan memberikan manfaat luas. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berharap keberadaan instalasi tersebut menjadi model pengelolaan sanitasi modern yang berkelanjutan di Pulau Lombok.