Tragedi di Balik Tradisi, Warga Keruak Meninggal Saat Berburu Nyale di Pantai Kaliantan
LOTIM LOMBOKita – Suasana penuh antusiasme warga yang tengah merayakan tradisi mencari cacing laut atau Nyale di Pesisir Pantai Kaliantan, Desa Seriwe, berubah menjadi duka Sabtu (7/2).
Saiful Bahri (43) warga Dusun Smogen, Desa Dane Rase, Kecamatan Keruak. ditemukan meninggal dunia ketika sedang meramaikan pesta bau Nyale bersama ribuan warga. Korban MD diduga akibat penyakit sesaknya kumat.
Informasi yang dihimpun, sebelumnya korban datang ke pantai kalimantan bersama keluarga dan rombongannya. Sekitar pukul 04.00 wita korban bersama rombongan turun ke pantai bersama ribuan orang untuk mencari jelmaan putri mandalika ( Nyale) menggunakan sampan.
Dua jam berselang, sekitar pukul 06.00 WITA, kegembiraan itu sirna. Rekan serombongan korban memberikan informasi darurat kepada istri korban yang menunggu di pinggir pantai. Korban dilaporkan tiba-tiba mengalami sesak napas yang hebat saat masih berada di atas sampan tengah laut.
“Secara tiba-tiba korban ini mengalami sesak napas dan langsung dievakuasi,” Ucap Rumawan
Upaya penyelamatan sempat terkendala oleh kemacetan parah di jalur darat menuju Kaliantan akibat membludaknya pengunjung festival. Menyadari jalur darat sulit ditembus dengan cepat.
“Karena jalur darat macet total akibat arus lalu lintas pengunjung Bau Nyale, korban dievakuasi ke Pesisir Pantai Cemara menggunakan sampan agar lebih dekat dengan akses medis,” jelas Rumawan.
Dari Pantai Cemara, korban kemudian dijemput oleh ambulans Rumah Sakit Patuh Karya Keruak untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di Puskesmas Keruak. Namun sayang, takdir berkata lain.
“Setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh tim medis, Saiful Bahri dinyatakan telah menghembuskan napas terakhir,” terangnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau hal mencurigakan pada tubuh korban. Sesak napas yang dialami korban diduga kuat menjadi penyebab utama meninggalnya pria tersebut di tengah aktivitas melaut.
“Jenazah korban kini telah dibawa pulang ke rumah duka di Desa Dane Rase untuk disemayamkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga,” pungkasnya.
