Tokoh PDIP Kritik Bantuan Bibit Jagung Dari Kementerian Pertania
LOMBOKita – Tokoh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lombok Timur, H.Sapurah melakukan kritik dan protes atas pemberian bantuan bibit jagung dari kementerian pertanian kepada para petani yang tergabung dalam kelompok tani di Lotim.
Apalagi dengan mengatasnamakan partai dibalik pemberian bantuan bibit jagung tersebut, maka tentunya ini menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat maupun kader dan simpatisan partai.
” Terus terang saya kritik dan protes pemberian bantuan bibit jagung dari pihak kementerian tersebut,” tegas Sapurah kepada media.
Ia menjelaskan kalau memang bantuan bibit jagung tersebut berasal dari kementerian kemudian dalam penyalurannya kepada petani yang mendapatkan tersebut. Dikoordinir pengurus DPC PDIP Lotim.
Maka tentunya bantuan harus turun ke Pengurus Anak Cabang (PAC) secara berjenjang,bukan malah bantuan tersebut langsung ditangani oknum pengurus cabang sebagaimana yang saya temukan dilapangan.
Dengan pembagiannya langsung dilakukan oknum pengurus tersebut. Sedangkan pihak PAC atau kader justru malah tidak dilibatkan dalam masalah ini dan sepertinya dianggap sebelah mata,sehingga inilah yang sangat kami sayangkan.
Bahkan yang lebih parah lagi banyak diantara kader dan simpatisan yang tidak mendapatkan bantuan bibit tersebut. Kalau memang betul bantuan itu berasal dari aspirasi partai,sehingga ini patut disayangkan sekali.
” Seharusnya bantuan itu diserahkan kepada pengurus di kecamatan,bukan malah dihendel semuanya oleh pengurus cabang,kalau memang berasal dari aspirasi partai,” ujarnya.
Selain itu,Mantan Pengurus DPC PDIP Lotim mensinyalir kalau dalam pemberian bantuan bibit jagung tersebut disinyalir akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan kampanye terselubung kepada para petani yang mendapatkan bantuan tersebut.
Apalagi saat ini moment massa kampanye untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) maupun Pilpres 2019 mendatang. ” Saya mensinyalir kalau dibalik bantuan bibit jagung itu dimanfaatkan oknum tertentu untuk melakukan kampanye,”tandas Sapurah.
Ditempat terpisah Kepala Dinas Pertanian Lotim, M.Zaini menegaskan kalau bantuan bibit jagung dari kementerian pertanian itu diberikan kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani sudah masuk proposalnya.
Dengan tugas dinas hanya melakukan verifikasi terhadap proposal kelompok yang masuk tersebut. Untuk kemudian dikirim ke kementerian atau pusat selanjutnya pusatlah yang menentukan siapa kelompok yang dapat berdasarkan hasil usulan yang kami ajukan.
” Memang betul bantuan bibit jagung berasal dari kementerian dengan aspirasi dari salah satu partai,sedangkan kalau bantuan itu dimanfaatkan oknum tertentu untuk kampanye Pileg pihaknya tidak tahu menahu,” tegas Zaini.
