TGB Ungkap 4 Resep Unggul dan Karakter Hebat Masyarakat Lotim
LOTIM LOMBOKita — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lombok Timur yang ke-131 berlangsung khidmat dan penuh rasa syukur. yang dihadiri ribuan masyarakat Lotim. Hadir dalam acara tasyakuran tersebut, Bupati Lotim H Haerul Warisin, Wakil Bupati HM Edwin Hadiwijaya, Sekda Lotim HM Juaini Taufik, Forkopimda Lotim, serta mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode, TGB H. M. Zainul Majdi, , yang dalamntausyiahnya pad apengajian akbar menyampaikan pesan mendalam mengenai potensi besar serta sejarah kehebatan masyarakat Lombok Timur.
Dalam tausyiah pengajian akbar perayaan hari jadi Lombok Timur ke 131 yang di gelar di Lapangan Tugu Selong, TGB mengungkapkan rasa bangga atas usia panjang Kabupaten Lombok Timur yang dinilainya membawa berkah dan kemanfaatan bagi banyak orang.
“Usia 131 tahun adalah usia yang panjang dan barokah. Tidak ada yang pantas kita ucapkan selain ucapan Alhamdulillah,” ujar TGB.
Dalam tausyiahnya, TGB juga membeberkan resep keberhasilan masyarakat Lombok Timur berdasarkan pandangan sosiologi Islam Ibn Khaldun. Menurutnya, Lombok Timur memiliki empat karakter utama yang menjadi modal besar untuk maju:
Hubbul ‘Ilmi (Cinta Ilmu): TGB mengenang pengalamannya saat menempuh pendidikan dari Mesir hingga ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Malang, dan Yogyakarta. Di mana pun berada, mahasiswa asal Lombok Timur selalu menjadi populasi terbanyak.
Karakter cinta ilmu ini juga dibuktikan oleh jejak sejarah ulama besar seperti Tuan Guru Haji Umar Kelayu—guru dari pendiri NU KH Hasyim Asy’ari—serta Al-Maghfurlahu Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid.
kedua Hubbus-Safar (Berani Merantau): Masyarakat Lombok Timur dikenal berani merantau untuk menuntut ilmu maupun bekerja. TGB menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke perkebunan sawit (Felda) di Malaysia. Para pekerja asal Lombok Timur dikenal memiliki produktivitas paling tinggi dibandingkan pekerja dari negara lain karena ketangguhan dan kemampuannya beradaptasi.
ketiga Al-Infitah (Sikap Terbuka): Orang Lombok Timur memiliki sifat inklusif dan terbuka terhadap siapa saja. Keterbukaan ini terlihat dari sejarah panjang daerah pesisir seperti Tanjung Luar dan Labuhan Lombok yang hidup rukun berdampingan dengan suku lain, seperti masyarakat keturunan Bugis.
dab keempat Asy-Syaja’atu ‘alal-Haqq (Berani Membela Kebenaran): Karakter ini dibuktikan dengan banyaknya tokoh pejuang dan syuhada asal Lombok Timur yang mencatatkan namanya dalam sejarah perjuangan melawan penjajahan, seperti peristiwa penyerangan Tangsi Selong hingga perlawanan di Sakra.
Pesan untuk Generasi Muda
Di akhir penyampaiannya, TGB mengingatkan generasi muda Lombok Timur untuk terus mewarisi nilai-nilai luhur dari para pendahulu dan guru-guru mereka. Ia menekankan bahwa kemajuan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari ilmu pengetahuan dan penguatan nilai-nilai keagamaan (ad-din).
“Anak-anak Lombok Timur harus pergi ke tempat-tempat yang jauh. Belajar, Nak. Nanti pulang, bangun Lombok Timur. Tidak ada ceritanya masyarakat bisa maju tanpa ilmu,” tegasnya.
TGB juga mengajak seluruh masyarakat Lombok Timur untuk senantiasa bersyukur atas limpahan rezeki, potensi daerah, serta menjaga keharmonisan kehidupan sosial demi kemajuan Kabupaten Lombok Timur di masa depan.
