Selama Nataru, Jumlah Penumpang Kapal Kayangan – Pototano Meningkat
LOMBOKita – Jumlah penumpang yang melintas dari pelabuhan Kayangan – Pototano, catatan PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan Kabupaten Lombok Timur, alami peningkatan cukup signifikan capai 20 persen dibanding tahun sebelumnya,
Antisifasi peningkatan tersebut, pihak ASDP Kayangan menyiapkan 25 armada kapal dari 27 kapal yang ada, perhari jumlah kapal yang beroperasi sebanyak 10 kapal, masing-masing 8 trip baik dari arah Kayangan Lotim maupun Pelabuhan Pototano Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).
“Jumlah kapal sebanyak 27 unit, 2 unit dalam perawatan, 25 unit siap operasi, dan yang dioperasikan sebanyak 10 unit,” Unngkap Pjs. General Manajer (GM) PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Kayangan, Lotim, Eddy Hermawan, di kantornya, Senin (27/12).
Meningkatnya jumlah penumpang ini menurut Edy, kedua dermaga beroperasi maksimal,
” Tahun sebelumnya, jumlah kapal yang di operasikan sebanyak 8 kapal, seiring peningkatan jumlah penumpang bertambah menjadi 10 kapal,” sebutnya
Untuk trip dari 68 jadi 80 trip (naik 18 persen), pejalan kaki dari 92 orang meningkat 130 orang (naik 41 persen) dan dalam kendaraan dari 6.122 tahun 2020/2021 meningkat jadi 7.329 tahun 2021/2022.
Selanjutnya untuk kendaraan roda dua, dari 1.076 naik 1.168 (naik 9 persen). Roda empat 585 unit di tahun 2021/2021 naik jadi 696 di momentum Nataru 2021/2022 (naik 19 persen). Untuk Bus dari 65 unit naik jadi 76 unit (naik 17 persen), sedangkan untuk kendaraan truk dari 301 unit di tahun 2020/2021 naik jadi 346 unit di tahun 2021/2022 (naik 15 persen).
Selain itu, pihak ASDP sendiri tidak memberlakukan libur kepada pegawai dalam momentum Nataru 2021/2022 seiring tidak ada cuti bersama. Sehingga konsentrasi untuk menghadapi Nataru lebih terfokus berkoordinasi dengan unsur kepolisian, Pemda dam pihak terkait lainnya. Terutama dengan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) dan Dishub untuk armada.
Untuk protokol kesehatan tetap diterapkan sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah. Salah satunya penerapan QR code peduli lindungi. Disamping memantau situasi cuaca berkoordinasi dengan stasiun kontrol dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
“Kondisi laut di lintasan saat ini 0,5 sampai 1 meter dari hasil monitor oleh STC (stasiun grafik control) untuk memantau keadaan cuaca perairan,”pungkasnya.
