Satgas Pangan NTB Temukan Pengoplosan Olahan Terasi Di Lotim

LOMBIKita – Tim Satuan Tugas (Satgas) pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat menemukan pembuatan terasi dengan cara dioplos di wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Saat Tim Satgas pangan melakukan monitoring terhadap pembuatan sentra makanan olahan terasi di Jerowaru, Jumat (30|11).

Tim satgas pangan yang terdiri dari Dinas Perdagangan NTB, Balai POM  NTB,Polda NTB. Dengan kemudian mengamankan terasi yang di oplos tersebut sebagai bukti untuk kemudian ditindaklanjuti,k arena tentunya sangat berbahaya sekali kalau di konsumsi masyarakat.

Kepala Dinas Perdagangan Prov NTB, Hj. Ni Putu Selly Andayani menegaskan tim satgas pangan menemukan adanya pembuatan terasi dengan cara di oplos di wilayah Jerowaru saat tim turun ke lapangan.

Dengan mengandung rhodamin B setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim. Sehingga inilah yang diamankan sebagai barang bukti untuk ditindaklanjuti petugas. Meski pada sisi lainnya ada yang sudah membuat olahan terasi telah sesuai ketentuan yang ada dengan standar, halal.‎

“Tim satgas pangan temukan olahan terasi dengan cara di oplos dan mengandung rhodamin B yang tentunya sangat berbahaya sekali” tegas Selly.

Ia menjelaskan terhadap pengusaha terasi olahan yang ditemukan melakukan pengoplosan olahan terasi dan mengandung rhodamin B. Dengan tentunya ditindaklanjuti proses, dengan mencari hulu atau asal diperoleh terasi tersebut dengan sudah ditemukan lokasinya untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian.‎

Sementara saat dilakukan saat ini dengan melihat di hilirnya. Dengan pengakuannya kalau mendapatkan barangnya berasal dari luar NTB yakni Kendari. Untuk kemudian dilakukan pengoplosan dengan menggunakan cabe dari luar.

Dengan ada yang mengandung rhodamin dan tidak dijadikan satu. ehingga membuat para tetangganya pembuat olahan terasi tersebut merasa curiga dengan terasi tersebut.

“Dari tim langsung memanggil RT untuk menyaksikan dan kemudian terasi itu diamankan dengan banyaknya 23 karung untuk ditindaklanjuti pihak kepolisian” ujarnya

Lebih lanjut Selly menambahkan pihaknya turun dalam rangka pembinaan salah  satu bahan makanan dari terasi dengan mengambil Jerowaru.

Dengan ada kekhawatiran kita kalau olahan terasi yang ada di NTB ini mengandung rhodamin B. Sehingga inilah yang kemudian tim satgas turun ke lapangan untuk melakukan pengecakan.

“Hasilnya ada yang sudah terstandarisasi dan yang ada yang mengandung rhodamin B, berdasarkan hasil pengecekan,” tandasnya.

Keterangan Foto : Tim Satgas Pangan NTB melakukan pengecekan terhadap olahan terasi yang sudah terstandarisasi dan mengandung rhodamin B di wilayah Kecamatan Jerowaru.

7 Komentar

  1. Anonim

    gak jelas gagal paham muter” kalimat bikin pusing to the point kn jelas..

  2. Anonim

    Maju Mundur beKiri beKanan,,,pusing aku baca

  3. Hasan Mazini

    Beritanya bagus, sbb dr dulu ada isu ttg bahan terasi yg dioplos. Hanya saja bahasanya perlu diperbaiki.

  4. Anonim

    Gak jelas infonya…ngaur…

  5. Anonim
    Anonim

    Editor ndeqman ngupi jege, belepotan dan struktur kalimatnya lumayan membingungkan ?

  6. Anonim

    Salah satu sumber penyakit adalah dari bahan makanan. Penyakit2 kronis seperti kanker, strok dan sodara2nya begitu banyak kita temukan di kampung, kerabat, keluarga bahkan kita sendiri. Pemerintah sebagai pemangku kepentingan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa makanan yg dijual bebas adalah layak dan sehat, mohon spy penanganan sungguh2 dan menyeluruh. Dan hasil uji dan identifikasi mohon diumumkan terbuka, MANA BAHAN MAKAKANAN YANG LAYAK/SEHAT DAN TIDAK LAYAK/TIDAK SEHAT. Terasi adalah bahan makanan sehari2 hampir seluruh masyarakat. Mohon menjadi perhatian. Terimakaaih

  7. Anonim

    aku bingung bacanya min…. 🙁

Komentar ditutup.