Reses, Ketua DPRD Loteng Terima Aspirasi Perbaikan Jalan dan Irigasi

M. Tauhid, S. Ip

LOMBOKita – Di tengah mewabahnya pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) tetap melaksanakan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat.

“Reses tetap kita lakukan sesuai undang-undang untuk menyerap aspirasi masyarakat. Meskipun di tengah pandemi Covid-19,” kata Ketua DPRD Loteng, M. Tauhid di kantornya, Senin (18/5/2020).

Dikatakannya, reses perdana dilaksanakan di Dusun Mesir Desa Monggas Kecamatan Kopang. Dimana pada reses tersebut, masyarakat lebih memprioritaskan untuk perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Mengingat masih banyak akses jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan mereka juga meminta penataan lingkungan, seperti rabat jalan dan saluran irigasi.

“Yang tidak kalah penting yakni penyediaan sarana air bersih melalui program sumur bor. Saya melihat kebutuhan air bersih untuk masyarakat memang masih kurang,” jelasnya.

Tidak hanya itu, lanjut Politisi Partai Gerindra ini, sarana pendidikan, seperti gedung Paud juga menjadi perhatian warga. Mereka berharap bangunan gedung yang ada di wilayah tersebut bisa di rehab dan di tata agar lebih representatif untuk tempat belajar anak-anak usia dini.

“Memang masih banyak hal-hal yang perlu mendapat perhatian Pemerintah Daerah (Pemda). Khususnya di bidang pengembangan dan pembinaan kelompok tani,” terangnya.

Lebih jauh ia menambahklan, pola yang diterapkan dalam reses tersebut berbeda dengan reses-reses sebelumnya. Dimana di masa pandemi Covid-19, yang biasanya satu kali pertemuan dikembangkan menjadi empat pertemuan dalam satu titik. Artinya, reses yang biasanya dilakukan di 6 titik, kini menjadi 24 titik. Hal ini dilakukan untuk membatasai kehadiran warga saat reses berlangsung.

“Kami tetap mengacu pada Prosedur Tetap (Protap) Covid-19. Dan hal itulah yang diterapkan saat menggelar reses di tengah wabah ini, agar tingkat kerumunan bisa diminimalisir,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mensosialisasikan pola pencegahan kepada masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan cara mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, social distancing serta physical distancing.

Mengingat kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan dan tetap mematuhi himbauan pemerintah sesuai protokol pencegahan. Bila perlu, masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan.

“Sebelum pertemuan, terlebih dulu kita bagikan masker untuk masyarakat,” pungkasnya.