Pemerkosaan Turis Coreng Pariwisata Lombok Timur
LOMBOKita – Kasus pemerkosaan warga negara asing yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Lombok Timur dianggap mencoreng nama baik pariwisata halal yang telah digalakkan pemerintah daerah.
Salah seorang pemerhati pariwisata Lombok Timur, Uncle Kus mengaku prihatin dengan perbuatan asusila yang dilakukan dua orang pelaku yang telah memperkosa SM (37) wanita berkebangsaan Meksiko.
“Terlebih kejadiannya di hotel kawasan obyek wisata, aduh bikin malu,” tandas Uncle Kus di kawasan obyek wisata Tetebatu, Sabtu (22/3/2020).

Berita terkait baca: Mabuk-mabukan di Lombok, Wanita Meksiko Diperkosa Dua Pemuda
Yang lebih disayangkan lagi, kata Uncle Kus, salah satu pelaku pemerkosa bule tersebut merupakan pengurus asosiasi homestay di Lombok Timur.
Atas kejadian memalukan itu, kata Kus, membuat owner maupun pengelola perhotelan dan homestay lebih berhati-hati lagi, jangan sampai kejadian serupa terjadi lagi.
“Kasus asusila kemarin itu benar-benar pukulan telak bagi daerah yang sedang gencar-gencarnya membangun sektor pariwisata,” tokoh Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Lotim ini.
Selain itu, tambah Angkel Kus, perbuatan tersebut juga tidak terlepas dari pengarus miras oplosan seperti tuak maupun bram yang bisa dibeli secara sembarangan.
Salah satu cara mengantisipasi kejadian itu tidak terulang lagi, Kus meminta pemerintah daerah untuk menertibkan para penjual minuman keras tradisional maupun berlabel tanpa izin dari pemerintah.
“Kejadian tersebut tidak lain disebabkan karena pengaruh miras, sehingga kami minta untuk menertibkan para penjual miras oplosan,” pintanya.
Kapolres Lotim, AKBP Tunggul Sinatrio menegaskan pihaknya telah mengamankan dua warga Lotim yang diduga telah memperkosa Bule luar negeri.
“Korban yang datang melapor makanya kami langsung amankan pelaku perbuatan tindak pidana asusila terhadap wisatawan luar negeri,” tandasnya.
