Pasca Ditetapkan ada Tersangka,Warga Serewe Ramai-ramai Datangi Polres Lotim,Minta Diperiksa
LOTIM LOMBOKita – Sejak Polisi menetapkan tersangka kasus perusakan dan pembakaran hotel Tamada oleh penyidik polres Lombok Timur, ratusan warga Serewe kecamatan Jerowaru Lombok Timur, Jumat (17/2l ramai ramai mendatangi Polres Lotim, untuk ikut diperiksa.
Kedatangan warga ini di picu adanya pemanggilan 25 oramg warga untuk dimintai keterangan, ratusan warga inipun dari anak hingga orang tua datang dengan di angkut menggunakan mobil dalmas,
Lantaran warga tak ingin warganya diperiksa satu atau dua orang, sehingga mereka beramai ramai meminta untuk dimintai keterangan juga oleh penyidik kepolisian.
” Kami siap menjadi saksi dan diminta keterangan oleh pihak polisi, jangan hanya satu dua orang saja yang dipanggil untuk diperiksa,” ungkap beberapa warga di Polres Lotim.
Sebelum warga ramai-ramai datang untuk meminta diperiksa polisi, Kapolres Lotim AKBP Hery Indra Cahyono,Sik,MH melakukan Jumat curhat ke wilayah Serewe, guna mendengar keluhan warga terkait kamtibmas
Kesempatan tanya jawab dengan Kapolres, warga, menyampaikan keluhannya, terkait adanya warga Serewe yang ditetapkan menjadi tersangka, termasuk adanya pemanggilan 25 orang untuk dimintai menjadi saksi, adanya pemanggilan pulahan warga ini dinilai berdampak pada masyarakat yang dinilai dapat mengganggu kamtibmas.
Adanya permintaan ini, Kapolres memberikan sinyal dan mengakomodir keinginan warga yang ingin dimintai keterangan, sepanjang warga datang dengan tertib dan damai, dan diangkut menggunakan mobil Dalmas
” adanya sinyal dari Kapolres, kami datang bersama ratusan warga, menggunakan mobil dalmas ” sebut warga
Kapolres Lotim,AKBP Hery Indra Cahyono,Sik,MH didampingi Kasat reskrim Iptu M Fajri, saat di konfirmasi membenarkan adanya puluhan warga Serewe datang ke Polres meminta agar diperiksa juga, selain memintai keterangan 25 orang warga yang dipanggil untuk dimintai keterangannya.
” kedatangan warga selain jumlah warga yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan ini, atas inisiatif sendiri,” katanya.
Disebutkan Fajri, kedatangan warga ini tiba tiba, sebenarnya pemanggilan dilakukan hari Senin, tetapi mereka meminta hari ini ( Jumat), dan sebagai aparat kita layani permintaan warga tersebut..
” Dari 25 yang kita panggil ada 9 orang yang tidak datang ” katanya, dan pemeriksaan saksi akan dilanjutkan Senin mendatang.
” terkaiat adanya penambahan tersangka, tergantung hasil pemeriksaan nantinya, jumlah tersangka bisa bertambah, ” ucapnya.
