NU, NW dan NWDI Kompak Laporkan Ustad MQ ke Polisi

LOTIM LOMBOKita – Tiga organisasi keagamaan Lombok Timur ( NU, NW, NWDI) kompak melaporkan, Ustad MQ salah seorang pimpinan Ponpes As Sunnah di Lotim, yang diduga telah melakukan penyebaran ujaran kebencian, dalam video yang viral di media sosial Facebook miliknya.

Ketiga organisasi ini, Senin (3/1) mendatangi kantor Polres Lombok Timur, untuk melaporkan kasus ujaran kebencian tersebut secara bergantian.

Ketua PCNU Lombok Timur Asri Mardiyanto, dalam orasinya di Mapolres Lotim disela memasukkan laporannya mengatakan, dirinya melaporkan Ustad MQ, karena dinilai telah mengumbar ujaran kebencian, dalam pengajiannya dan viral di media sosial, dan dinilai juga sebagai penistaan agama.

“Ujaran kebencian yang disamapaikan ustad MQ ini, kami anggap sebuah tragedi, dan penistaan agama,” ucap Mardianto.

Menurutnya, apa yang telah disampaikan oleh Ustad MQ dalam pengajiannya, dan diviralkan melalui akun facebooknya tersebut, dinilai meresahkan masyarakat.

“Yang beraangkutan telah menyerang tradisi masyarakat, dan yang disebutkan itu merupakan tokoh yang di hormati masyarakat,” katanya, seraya meminta agar aparat Polres Lotim untuk memprose hukum yang berangkutan.

Begitu juga Ketua Pemuda NWDI Lotim M Sayrifuddin, mengutuk keras ujaran kebencian yang di lakukan oleh Ustad MQ,dalam pengajiannya terseburlt,

“Kami penganut ahlusunah waljamaah, kami tidak terima ulama kami, makamnya dilecehkan, dengan sebutan kotoran binatang,” teriaknya saat berorasi di Mapolres Lotim, sebelum masukkan laporan.

“Kami minta aparat kepolisian, untuk segera menangkap dan memproses hukum, oknum ustad yang telah menyebarkan ujaran kebencian tersebut,” pintanya.