MotoGP Mandalika 2026 Siapkan Camping Ground Murah, Bidik Penonton dari Luar Daerah
LOMBOKita — Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 tak hanya fokus pada lintasan balap. Pengelola juga menyiapkan alternatif akomodasi berupa camping ground di kawasan pantai untuk memberikan pilihan tempat menginap yang lebih terjangkau bagi penonton dari luar daerah.
Direktur Operasi ITDC yang juga Chairman MotoGP Mandalika 2026, Troy Waroka, mengatakan konsep camping ground tersebut disiapkan sebagai jawaban atas kebutuhan akomodasi penonton, khususnya pengguna kendaraan roda dua yang datang dari berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Troy, penonton dari Aceh, Medan hingga Pulau Jawa yang menempuh perjalanan darat menggunakan sepeda motor membutuhkan pilihan akomodasi yang tidak terlalu mahal namun tetap mudah diakses.
“Kita coba dengan MotoGP, yaitu akomodasi dengan menggunakan camping ground ataupun camping. Karena ini adalah salah satu jawaban kepada masyarakat, terutama pengguna roda dua yang berangkat dari Aceh, Medan dan Jawa, agar mendapatkan tempat yang terjangkau secara harga,” kata Troy.
Ia menjelaskan, gagasan tersebut bermula dari komunikasi dengan sejumlah pihak yang memiliki kemampuan menyediakan tenda, sementara kebutuhan utilitas dan fasilitas pendukung disiapkan oleh pengelola.
Dalam tiga bulan terakhir, pihaknya bersama tim telah mengkaji sejumlah lokasi yang dinilai potensial. Dari beberapa pilihan tersebut, kawasan pantai akhirnya dipilih karena memiliki akses yang mudah, terlihat jelas dan telah didukung berbagai fasilitas umum.
“Sudah cukup banyak lokasi yang kami pilih. Kami memilih lokasi yang paling mudah dan visible. Dalam satu atau dua minggu terakhir kami putuskan akan dilakukan di tempat ini, di sepanjang pantai ini,” ujarnya.
Troy menilai kawasan tersebut memiliki keunggulan karena fasilitas dasar telah tersedia, mulai dari toilet, tempat belanja, toko hingga akses keluar-masuk yang relatif mudah.
Selain menjadi tempat bermalam bagi penonton MotoGP, camping ground tersebut diharapkan menjadi pemicu pengembangan kawasan wisata pantai.
Menurut Troy, keindahan pantai dengan pasir putih harus dibarengi dengan pengelolaan kebersihan yang baik agar kawasan tersebut semakin menarik dikunjungi wisatawan.
“Harapan kami dengan adanya pengembangan di sini, mereka mendapatkan bukan hanya keindahan pantai yang luar biasa ini, pasirnya yang masih putih, tetapi tempat ini juga harus bersih. Salah satu mimpi kami memang tempat ini nantinya betul-betul menjadi pantai yang bersih dan banyak kunjungan wisatawan,” katanya.
Penjualan Tiket Capai Sekitar 50 Persen
Di sisi lain, Troy menyebut perkembangan penjualan tiket MotoGP Mandalika 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, penjualan tiket disebut telah mencapai sekitar 50 persen, termasuk adanya pembelian dalam jumlah besar dari sejumlah perusahaan.
Dukungan terhadap penyelenggaraan MotoGP Mandalika juga semakin luas dengan keterlibatan sejumlah sponsor, agen perjalanan dan maskapai penerbangan.
Beberapa mitra yang disebut telah menjalin kerja sama antara lain Cambrian, Bank Syariah Indonesia (BSI), Anta Travel dan Panorama. Sementara dari sektor penerbangan, dukungan datang dari Garuda Indonesia, Pelita Air dan TransNusa.
Troy menilai keterlibatan travel agent memberikan kemudahan bagi penonton karena mereka dapat membeli paket perjalanan yang mengintegrasikan kebutuhan perjalanan MotoGP.
“Travel agent ternyata memang sudah menjual paket ini. Sekarang masyarakat semakin paham bahwa untuk menonton MotoGP mereka tidak harus selalu booking hotel setiap hari. Paket perjalanan sudah semakin mudah,” ujarnya.
Konektivitas Lombok Makin Mudah
Peningkatan konektivitas menuju Lombok juga disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong minat masyarakat untuk datang menyaksikan MotoGP Mandalika.
Variasi rute dan jadwal penerbangan melalui Jakarta maupun Bali membuat akses menuju Lombok semakin mudah.
“Konektivitas semakin mudah dan jamnya juga semakin bervariasi. Saya melihat kehadiran TransNusa membawa perubahan dalam konektivitas Bali, Jakarta sampai Lombok,” kata Troy.
Ia optimistis MotoGP Mandalika 2026 akan semakin ramai dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat NTB.
Menurutnya, MotoGP Mandalika juga tidak hanya berbicara tentang kelas utama. Ajang tersebut turut mencakup Moto2, Moto3 dan Moto4 yang membuka peluang lebih besar bagi pembalap serta pelaku usaha Indonesia untuk terlibat dalam industri olahraga otomotif.
Troy menegaskan, MotoGP Mandalika telah berkembang menjadi bagian dari industri olahraga yang memberikan kontribusi ekonomi signifikan.
Pada 2024, dampak ekonomi MotoGP Mandalika disebut mencapai sekitar Rp4,2 triliun, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp4,9 triliun pada 2025.
“Insyaallah setelah pelaksanaan, kita akan mencapai Rp5 triliun. Tentunya angkanya harus menunggu hasil MotoGP selesai dan kemudian diterbitkan sekitar tiga sampai empat bulan,” pungkasnya.
