Mengenal Dr. HM. Djamaluddin, BE., M.Kom, Cucu Syeikh Zainuddin yang Kini Tampil di Panggung Politik

Dr. H. M. Djamaluddin, BE., M.Kom, Ketua Partai Perindo Lombok Timur / foto: ist

LOMBOKita – HM Djamaluddin merupakan putra keempat dari pasangan almarhum HM Djalaluddin dan Hj Siti Rauhun Zainuddin Abdul Madjid. Sejak kecil ia bermukim dan menempuh pendidikan di Mataram. Setelah selesai di SMAN 1 Mataram, ia melanjutkan pendidikan ke ITB Bandung.

Di tengah menempuh pendidikan di ITB, Djamaludin mendapat beasiswa untuk kuliah di Monash University, Melboune, Australia mengambil jurusan electrical dan computer system engineering.

Pria kelahiran Pancor, 15 November 1973 ini tumbuh di lingkungan sekolah yang jauh dari ketenaran sebagai cucu ulama besar, pendiri organisasi Islam terbesar di NTB.

Hampir tidak ada perlakuan teman-teman dan gurunya yang mencolok. Sampai pada suatu hari saat ia duduk di bangku SMA, ada seorang guru non muslim yang justru menceritakan pada seisi kelas sosok kakeknya. Kejadian itu sangat berkesan bagi Djamaluddin.

Jangan kira Djamaluddin bersedih karena perlakuan yang biasa itu. Karena belakangan ia menyadari betul, justru hal itulah yang ia inginkan. Tumbuh tanpa adanya perlakuan yang berbeda sebagai cucu Maulanasyeikh membuatnya lebih mandiri dan bergerak secara alami.

Setelah mendapat gelar Bachelor of Engineering di Australia pada tahun 1998, Djamaluddin tak kembali ke Lombok. Melainkan bekerja di salah satu perusahaan komputer ternama di Jakarta. Beberapa tahun di sana, ia kemudian mendapat tawaran untuk bekerja pada salah satu perusahaan komputer di Korea Selatan.

Tiga tahun di Negeri Ginseng, ia memilih kembali untuk melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya. Di sana, ia mendapat gelar Magister in Information Technology (M. Kom) pada 2007. Di sana jugalah ia bertemu dengan jodohnya Hj Dukha Yunitasari.

Yang menguatkan langkah Djamaluddin kembali ke tanah kelahirannya di Pancor Lombok Timur, adalah pesan kakeknya Maulanasyeikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Pesan itu berisi tentang kebebasan untuk memilih keahlian apapun yang ditekuni. Karena kemampuan dan keahlian itu dibutuhkan untuk mengembangkan NWDI.

Sehari-hari Djamaluddin lebih sering terlihat mengenakan kemeja putih polos, celana hitam, dan kopiah hitam. Seperti kesederhanaan dalam memilih pakaian, nada bicaranya juga datar, namun terarah. Ketika bekerja, ia sangat fokus. Sedikit bercanda, namun memiliki selera humor yang tinggi.

Gambaran umum tentangnya itu berbanding lurus dengan bidang yang ia tekuni. Saat bekerja sebagai seorang programmer, ia hanya berhadapan dengan komputer. Berdua saja. Bertiga dengan kecerdasannya. Memang sejak duduk di bangku sekolah dasar, ia memiliki ketertarikan dan kemampuan lebih di bidang sains. Khususnya matematika.

Dengan segudang pengalaman bekerja sebagai seorang progmmer di luar Lombok, pada tahun 2009 ia kembali memenuhi panggilan keluarga untuk membantu melanjutkan perjuangan organisasi. Tak lama di Pancor, pada 2013, ia diminta menggantikan kakaknya Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Pondok Pesantren Darunnahdlatain (YPH PPD) NW Pancor saat itu.

Karena saat itu kakaknya Hj Siti Rohmi Djalilah menjabat sebagai Ketua DPRD Lotim.
Saat pertama kali menerima permintaan itu, ia sempat menolak. Alasannya, karena saat itu ia masih bekerja sebagai seorang progmmer di PT Newmont Nusa Tenggara. Selain itu, memang ia merasa belum siap untuk memimpin yayasan pendidikan organisasi Islam terbesar di NTB.

Namun karena pilihan hanya jatuh padanya, ia mengiyakan dengan kondisi mendapat pendampingan dari pengurus yang sudah berpengalaman.

Djamaluddin menerangkan, puluhan tahun ia telah bekerja sebagai seorang profesional IT programmer. Menakhodai pekerjaan sebagai profesional tentu sangat jauh berbeda dengan sistem kerja organisasi yang berbasis sosial dan semangat gotong royong. Di sinilah awalnya ia banyak belajar untuk berkompromi.

Dan dengan cepat ia mampu beradaptasi. Sampai saat ini, ia terus berupaya dan mengajak generasi muda NWDI untuk meneruskan nilai-nilai perjuangan sang kakek Maulanasyeikh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid.

Selain itu, impian yang tengah ia perjuangkan saat ini adalah menyetarakan kualitas lembaga pendidikan yang bernaung di bawah yayasan.

Saat ini, amanah di pundak Djamaluddin bertambah. Ia dipercaya sebagai Ketua DPD Partai Perindo Lombok Timur yang terbilang sangat jauh dari dunianya. Tetapi karena dorongan keluarga dan jamaah, amanah tersebut diambilnya sekaligus diminta oleh organisasi NWDI sebagai Caleg Dapil 1 Kabupaten Lombok Timur.

Di tengah kesibukan mengurus yayasan, partai, dan pencalegannya tak menyurutkan semangatnya belajar mendalami keilmuannya, menuntut ilmu pada jenjang yang lebih tinggi.

Jenjang pendidikan S3 ditempuh lagi pada kampus awal dulu, yakni di Institut Teknologi Bandung fokus pada ilmu komputer. Dan saat ini sudah sampai pada akhir studi, selangkah lagi memasuki ujian akhir atau promosi doktoralnya.

Insya Alloh pada Januari 2024 ini, rampunglah seluruh jenjang pendidikan yang ditempuh. Selamat dan berkah kepada Dr. H. M. Djamaluddin, BE., M.Kom.
Semoga ilmunya penuh berkah. Aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini