Marak Tambang Galian C Illegal Beroperasi, Asosiasi Tambang, Nilai Pemkab Tutup Mata
LOTIM LOMBOKita – Masih banyaknya tambang galian C ilegal yang beroperasi,namun Pemkab Lombok Timur dinilai terkeaan rutup mata.
“Masih banyaknya tambang illegal yang beroperasi, hal ini jelas merugikan penambang legal, yang memiliki ijiin,” ungkap Ketua Asosiasi Tambang Galian C Lombok Timur H Maidy.
Menurutnya, dari 120 tambang yang ada di Lombok Timur, hanya 25 yang memiliki ijin, sementara pemkab saat ini sedang gencar gencarnya mengumpulkan pundi pundi dari tambang unruk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
” kita telah menghimbau para pemilik tambang untuk segera mengurus izin biar resmi,” katanya, dan pihak asosiasi dan Pemkab Lotim siap membantu dan memfasilitasi terkait pengurusan ijin di Pemprov.
” Sebelumnya Pemkab begitu lantangl menyuarakan akan menertibkan dan memunhut pajak dari galian illegal,: jelasnya, tetapi nyatanya hingga saat ini penambang ilegal masoh tetap beroperasi.
” kalau masih illegal, yang kasihan masyarakat terutama para petani,karena air lombahnya kerab masuk kelahan pertanian warga,” ujarnya.
Sehingga dengan masih maraknya tambang galian C ini. Dirinya selaku ketua Asosiasi tambang menantang Kepala Bappenda Lotim.untuk berkata jujur,terkait masih maraknya tambang illegal ini.
” saya tantang Kepala Bapenda unruk berkata jujur terkait masih maraknya keberadaan tambang illegal tersebut,” kata Muaidy.
Seharusnya menurut Maidy Bapenda jangan mikirkan pajak untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan melakukan penarikan pada pengusaha tambang ilegal tersebut.
Tetapi mari terlebih dahulu melakukan penertiban untuk mengurus izin, sebagaimana regulasi yang telah diatur dalam undang-undang.
” Tambang ilegal menjamur, bahkan melakukan sedangkan pengusaha tambang pembiaran menarik pajak di tambang ilegal, dan hal ini jelas merugikan yang memilikinizin” ujarnya.
Maidy juga menuding kalau penarikan pajak juga banyak yang bocor, seperti para pengusaha tambang ilegal dan Dum truck melakukan pengangkutan pasir ke luar pada malam hari.
Sementara penjagaan malam hari di perbatasan kendor, dan dimanfaatkan membawa pasir yang diambil dari lokasi galian illegal dan dibawa ke luar Lotim
” Ini fakta kami temukan dilapangan coba dicek banyak pasir yang diangkut pada malam hari ke luar Lotim,” sebutnya.
