Lotim Masih Kekurangan Tenaga Pengajar dan Pendidik Capai 3.800

LOMBOKita – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur HL Suandi,mengatakan,Lombok Timur hingga saat ini,alami kekurangan tenaga pengajar dan pendidik yamg dari ASN,mencapai 3800 orang.apalagi seiring banyaknya tenaga pendidik yang pensiun,kekurangan itu bisa capai 4000.

“Hingga saat ini, jumlah kekurangan tenaga pengajar dan pendidik ASN Lotim, mencapai 3800 orang,” ungkapnya.

Menurut Suandi, kekurangan tenaga pengajar dan pendidik dari ASN ini,tertutup oleh tenaga honorer yang diangkat oleh bupati maupun pihak sekolah sendiri.

” kalau berbicara masalah pendidikan, masalah tenaga pengajar dan pendidik selalu jadi permasalahan,” ucapnya.

Dan kurangnya cukup siginifikan. Terutama tenaga pengajar dan pendidikan yang ASN.dan kekurangan itu teratasi adanha guru honor.

” Kita tak bicara guru yang ada di ponpes,mereka digaji oleh pimpinan yayasan,lain halnya dengan ASN,” jelasnya.

Hanya saja yang jadi permaaalahan terhadap para guru honorer,mereka bekerja tanpa SK, karena SK mereka dicabut oleh bupati per 1 desember 2018 lalu.

“Meski tanpa SK mereka masih mengajar, karena sekolah masih membutuhkan,” paparnya.