Wamenkop Farida Farichah Kunjungi Koperasi Syariah Karya Terpadu Madani Lotim, Apresiasi Model “Kawasan Bebas Riba

Keterangan foto: Sekda Lotim HM Juaini Taufik membersamai Wamenkop Farida Farichah dalam kunjungan kerja ke salah satu koperasi di kecamatan Terara Lombok Timur

“kementerian Koperasi Jadikan Lotim Berkembang Contoh Nasional”

LOTIM LOMBOKita – Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taofik, didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Baiq Farida Apriani, menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi RI Hj. Farida Farichah di Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani, Desa Rarang, Selasa (28/6).

Kunjungan ini menjadi sorotan karena koperasi binaan Baiq Rusmiati itu dinilai sukses menerapkan prinsip syariah dan bebas riba sejak bertransformasi dari KSU pada 2022.

Dalam sambutannya, Sekda Lotim menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wamenkop. Ia memaparkan program unggulan daerah, salah satunya “Lotim Berkembang” berupa kredit tanpa bunga untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan memberantas rentenir.

“Kami memiliki program unggulan bernama Lotim Berkembang. Nilai-nilai kawasan bebas riba ini terus kami kembangkan,” ujarnya. Program ini bahkan meraih Juara 1 tingkat nasional.

Sekda menyebut Pemda banyak belajar dari Koperasi Konsumen Syariah Karya Terpadu Madani. “Program ini mendapat pengakuan di tingkat nasional dan dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya. Kami berharap kehadiran Ibu Wakil Menteri dapat menjadi semangat bagi para anggota koperasi, yang sebagian besar adalah generasi pertama,” katanya.

Wamenkop Farida Farichah memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua Koperasi Rusmiati yang membangun koperasi sejak 1993 dari kelompok 10 petani dan nelayan. Kini koperasi memiliki 4.902 anggota dengan aset sekitar Rp20 miliar.

“Koperasi ini memiliki surat izin resmi dari kementerian dan benar-benar memberikan dampak nyata, tidak hanya dalam peminjaman modal, tetapi juga pemberdayaan masyarakat,” kata Wamenkop.

Ia menilai ada dua kunci sukses koperasi besar: pengurus yang amanah dan anggota yang percaya penuh pada pengelolaan dana. “Koperasi Karya Terpadu Madani dipercaya telah memiliki dua kunci tersebut. Saat ini, modal atau aset koperasi tercatat lebih dari Rp16,5 miliar,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi koperasi di tengah maraknya pinjol ilegal.

Wamenkop menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergoda pinjol ilegal. Ia juga mengingatkan program pemerintah Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan bisa berkembang 1-5 tahun ke depan untuk simpan pinjam dan kebutuhan pokok.

“Koperasi ini hadir untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat agar bisa mendapatkan pangan murah, akses modal yang mudah, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan pokok,” jelasnya.

Ketua Koperasi Konsumen Syariah Terpadu Madani Hj. Baiq Rusmiati bersyukur atas perhatian Wamenkop. Koperasi yang resmi berdiri 1998 itu kini bergerak di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Sepanjang perjalanan, koperasi telah menerima berbagai penghargaan pemerintah pusat sejak era Presiden Soeharto hingga Jokowi. Koperasi juga memiliki aula pelatihan dan berkomitmen pada digitalisasi serta kemitraan hingga luar negeri.

Dengan kunjungan ini, diharapkan sinergi pusat, daerah, dan koperasi terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan di Lombok Timur.