Lepas Kenang Siswa Siswi, SMPN 2 Masagik, Bertemakan Budaya Sasak
LOTIM LOMBOKita – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Masbagik adakan acara lepas kenang, untuk siswa-siswinya yang telah meyelesaikan pendidikan, bertemakan kearifan lokal.
Tema Kearifan lokal ini dilakukan guna menjaga dan melestarikan budaya lokal, seiring perkembangan zaman karena budaya sasak itu mengajarkan tata krama yang baik.
Bupati Lotim dalam sambutannya yag diwakili Asisten II Setdakab Mahsin, mengatakan, dirinya memberikan apresiasi kepada SMPN 2 Masbagik, yang menggelar pelepasan siswanya lain dari sekolah lainnya, yaitu mengkemas kegiatan dengan menunjukkan budaya lokal
” salam takzim bupati Lotim, karena tidak bisa menghadiri acara ini , dirinya berterima kasih kepada semua pendidik, tetap kompak dan terus memelihara kebersamaan,” katanya
Mahsin juga mengaku, melihat kegiatan di SMPN 2 Masbagik ini berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain, sangat luar biasa dan patut di acungi jempol, dengan memberikan kesan budaya sasak,” ucapnya.
Dalam acara ini kata dia, terdapat beberapa nilai yang terkandung didalamnya, yakni: nilai budaya tata krama tentang bagaimana cara bersikap kepada para guru, masyarakat dan memperkuat silaturahmi,
” Kegiatan lepas Kenang ini, saya melihat ada beberapa nilai yang terkandung didalamnya, yakni: nilai budaya tata krama tentang bagaimana cara bersikap kepada para guru, masyarakat dan memperkuat silaturahmi,” jelasnya,
Tak hanya itu dalam bidang pendidikan sejak Pemerintahan SUKMA, pendidikan di Lotim alami peningkatan dari peringkat 9.menjadi 8 dari 10 kabupaten kota,
Ini merupakan bukti keseriusan Pemerintahan SUKMA menyelesaikan Visi-Misinya di akhir masa jabatannya,” tandasnya.
Maksin juga berharap agar para siswa jangan sampai ada yang menikah dini, mengingat ini akan berdampak pada kesehatan, dan akan memicu naiknya angka stunting, jadi ia meminta agar para siswa yang sudah menyelesaikan pendidikannya agar melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Jangan ada nanti kita dengar siswa yang merarik kodek (Pernikahan dini) , kejar dulu cita-cita sehingga apa yang menjadi harapan orang tua terwujud,” pungkasnya.
Sementara Kepala sekolah SMPN 2 Masabagik M Azizuddin, S.Pd, mengatakan, menonjolkan Kearifan lokal dalam melepas kenang siswa kelas 9 yang lulus ini, agar Kearifan lokal yang diajarkan melalui program pembelajaran muatan lokal ( Mulok) dapat di terapkan, agar tidak tertinggalkan, dan program ini juga menjadi program Kementerian pendidikan melalui Mulok.
” Program Mulok dengan bedulang, untuk mendapatkan keikhlasan orang tuanya, dalam melanjutkan pendidikan lebih tinggi,dan dapat menjadi generasi pancasila dan generasi anak bangsa,” ucapnya.
Azizudin juga mengingatkan, siswanya, agar jangan pernah bangga hanya mengenyam pendidikan 9 Tahun,tetapi dirinya berharap anak didik yang dapat melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi, dan sekolah unggulan
menyampaikan acara ini juga untuk memberikan pemahaman wawasan pancasila, sehingga akan menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa dan Negara, Mengingat SMP 2 Masbagik salah satu sekolah penggerak.
“Ini merupakan Program sekolah penggerak, jadi salain siswa mendapatkan pelajaran umum siswa juga kami ajarkan tentang adat dan budaya tanpa menghilangkan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.
