Aktivis Perempuan dan Anak Prihatin Anak-anak Diikutkan Dalam Aksi Unjuk Rasa ‎

LOMBOKita – Salah satu aktivis perempuan dan anak di Lombok Timur,Triatik mengaku prihatin dengan masih adanya pelibatan anak-anak dalam aksi. Seperti dalam aksi yang dilakukan Front Perjuangan Rakyat (FPR) Lotim, Senin (10|12) di kantor DPRD dan Bupati Lotim.

” Terus terang saya sangat prihatin dan miris dengan masih adanya pelibatan anak-anak dalam aksi,” tegas Triatik kepada media ini saat diminta komentarnya.

Ia menjelaskan melibatkan anak-anak dalam sebuah aksi untuk kepentingan politik maupun lainnya. Tentunya telah melanggar undang-undang perlindungan anak,sehingga bisa dilihat pada pasal 87 UU perlindungan anak.

Karena dalam setiap aksi demo itu digerakkan oleh orang biasanya ada korlapnya.Kemudian ada ijin dari kepolisian untuk baru bisa melaksanakan aksi.

” Nah seharusnya ketika korlap melihat ada anak-anak yang diikutkan demo oleh orang tuanya,hendaknya mencegahnya,begitu juga aparat keamanan,bukan malah membiarkan,” ujarnya.

Apalagi lanjutnya, anak-anak yang ikut demo itu seharusnya tugasnya belajar kalau mereka berstatus pelajar. Bukan malah mengikutikan demo,karena bukan masanya diajarkan untuk ikut dalam aksi tersebut.

” Jangan karena alasan tidak ada yang menjaganya di rumah,kemudian orang tuanya mengajak anaknya ikut demo itu yang salah,” tandas Triantik.

Keterangan Foto : Anak-anak yang diikutkan dalam aksi unjuk rasa FPR Lotim di kantor DPRD Lotim dan Bupati Lotim.‎

3 Komentar

  1. Dimyati
    Anonim

    Sory mas bro.bkn di sengaja. Karwna kelalaian sy dlm posting foto. mohon di maafkan. Dan foto sdh di ganti.

  2. Anonim

    saya tuntut kalo tidak segera di hapus! kami yg ada di foto tersebut. sedang mengikuti acara pekan olahraga provinsi bukan unjuk rasa.. saya peringatkan

  3. Anonim

    Lombokita bikin berita koq gambarnya gak sesuai dengan isi beritanya, yqng di gambar itu kan para atlet pencak silat lotim. Hadehhh..

Komentar ditutup.