Komunitas Rinjani Care Protes Trabas Trill di Sembalun
LOMBOKita – Komunitas pecinta alam Kabupaten Lombok Timur, Rinjani Care memprotes even pariwisata berbungkus Pesona Gumi Selaparang 2019 yang melakukan trabas kendaraan trill di wilayah Sembalun pada Sabtu pagi.
Ketua Komunitas Rinjani Care Lombok Timur, Alwan Johari menegaskan, kegiatan trabas menggunakan kendaraan trill di wilayah Sembalun hanya akan menyisikan kerusakan alam dan membuat polusi udara.
“Sembalun itu kawasan wisata alam yang harus dijaga keasriannya. Tidak pantas mengadakan kegiatan trabas maupun offroad. Sebab, hanya akan merusak lingkungan dan menyebabkan pencemaran udara,” tegas Alwan Johari kepada Lombokita.com, Sabtu (6/7/2019).

“Sangat kami sayangkan. Buat apa branding pesona wisata kalau justru hanya akan merusak obyek wisata. Lebih-lebih wilayah Sembalun yang harus dijaga keasriannya. Orang berkunjung ke Sembalun untuk menikmati kesejukan udara dengan hamparan pegunungan yang hijau, jangan dirusak dengan deru debu dan polusi asap knalpot,” pungkas Alwan Johari.
Salah seorang warga Desa Sembalun, Arif yang dikonfirmasi LOMBOKita mengaku sangat tidak sependapat dengan kegiatan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Lombok Timur itu. Menurutnya, panitia penyelenggara hanya memikirkan untung tanpa memikirkan dampak kerusakan usai acara.
Menurut Arif, dirinya sempat mendatangi pihak panitia sebelum acara dimulai untuk membicarakan jalur lintasan yang akan dilalui para treker. Sebab, katanya, jalur yang digunakan berbeda dengan yang ditetapkan saat melakukan survei lokasi.
Akibatnya, sebut Arif, pipa saluran air bersih warga patah tergilas ban bergigi kendaraan trill para peserta Trabas Bareng Mortal 3 Explore Rinjani.
“Pipa warga rusak karena terlindas trill peserta. Panitia telah sepakat akan turun survey lagi untuk memastikan tidak ada fasilitas umum yang rusak, namun mereka langsung pulang begitu acara selesai,” tandas Arif.
