Kekerasan terhadap Jurnalis di Lotim, Sekda Minta Maaf
LOMBOKita – Menyikapi kasus kekerasan yang menimpa salah seorang jurnalis yang dilakukan oknum anggota Satpol PP di Kabupaten Lombok Timur ditanggapi Sekretaris Daerah setempat, HM Juaini Taofik.
Menurut Sekda HM Juaini Taofik, penegakan protokol kesehatan harus dijalankan secara tegas, namun tetap mengedepankan sikap humanis.
Karena itu, Sekda mengaku prihatin atas insiden kurang humanis terhadap salah seorang jurnalis media online yang sedang melakukan tugas peliputan di daerah itu mendapat perlakuan “kasar” dari oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di daerah itu yang terjadi pada Kamis (29/4/2021).
“Saya sudah mendirektif Kasat Pol PP untuk mengambil langkah2 Pembinaan sesuai norma disiplin anggota Pol PP,” kata HM Juaini Taofik melalui siaran tertulis.
Selaku Koordinator Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, lanjut Sekda, akan melakukan introspeksi serta mengambil langkah-langkah perbaikan.
“Terima kasih atas segala kritikan dari berbagai pihak dan kami jadikan sebagai langkah-langkah pembinaan personil, khususnya dalam penegakan prokes Covid-19 yang tegas dan humanis,” ujar Sekda.
Sekda berharap kolaborasi dan sinergitas yang terjadi antara pemerintah daerah dan jurnalis dalam membangun daerah dan mencerdaskan bangsa khususnya di Lombok Timur tetap terjalin sebagaimana sebelum insiden kekerasan tersebut.
Diketahui, salah seorang jurnalis media online mendapat kekerasan dari oknum anggota Satpol PP Kabupaten Lombok Timur. Jurnalis Inside Lombok, M. Deni Zarwandi menjadi korban arogansi oknum yang bersangkutan. Deni dianiaya saat melakukan tugas peliputan pada hari Kamis (29/04/2021) sekitar pukul 11.00 Wita.
