Kades Pohgading Suruh Pulang Aplikator RTG Tak Berduit ‎

LOMBOKita – Pemerintah Desa Pohgading,Kecamatan Pringgebaya bersikap tegas terhadap para aplikator Rumah Tahan Gempa (RTG) yang masuk ke wilayah kerjanya. Dengan menyuruh pulang aplikator tersebut kalau tidak memiliki modal atau duit  untuk membangun RTG milik masyarakat yang mengalami rusak berat rumahnya.

” Kami suruh pulang kalau ada aplikator yang masuk untuk bekerja,akan tapi tidak memiliki uang untuk mengerjakan RTG tersebut,” tegas Kades Pohgading, Mukti kepada wartawan.

Ia menjelaskan sudah berapa aplikator yang datang kepadanya untuk menawarkan masuk mengerjakan RTG bagi rusak berat. Namun pihaknya sebelum itu menanyakan kepada aplikator itu apakah memiliki uang yang banyak untuk menjalankan pekerjaannya.

Karena kalau memang banyak uang, maka tentunya kami silahkan untuk mengikuti proses dan ketentuan yang ada. Agar tidak salah nantinya. Akan tapi tapi tidak memiliki uang yang cukup lebih baik jangan datang apalagi berkeinginan untuk mengerjakan RTG tersebut.

” Sudah banyak aplikator yang datang kepadanya untuk menawarkan masuk mengerjakan RTG, tapi mereka yang datang itu tidak memiliki uang ya terpaksa saya suruh pulang saja,” ujarnya.

Sementara itu,lanjutnya dari sekian banyak rumah masyarakat korban gempa yang belum jadi sebanyak 19 unit. Sehingga inilah banyak diantara aplikator RTG datang menawarkan diri masuk bekerja dalam RTG tersebut.

Bahkan juga ada yang berasal dari pengusaha cina juga datang masuk ‎dengan tujuan bekerja dalam RTG sebagai aplikator.

” Silahkan saja bagi aplikator yang banyak uangnya masuk untuk mengerjakan RTG di wilayah Pohgading, agar rumah warga cepat jadi dan bisa ditempati,” tandasnya.

Mantan Pensiunan TNI menambahkan sementara sampai saat ini masih ada warganya yang tinggal di huntara karena rumahnya belum jadi dibangunkan RTG-nya.

Sehingga ini tentunya sangat memprihatinkan sekali warga tersebut. Maka meminta kepada pihak yang bertanggungjawab dengan pembangunan RTG untuk mempercepat rampungnya.

” Sampai saat ini warga saya ada yang masih tinggal di huntara,” ujarnya.