Jumlah Hewan Qurban di Lotim Tahun 2026 Naik 19,8 Persen
LOTIM LOMBOKita – Jumlah hewan Qurban di Lombok Timur pada hari raya Idul adha tahun ini naik signifikan. Data hasil pemeriksaan petugas kesehatan hewan keseluruhan mencapai 7 ribu lebih, atau naik 19,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, drh. Hultatang, merinci dari total kebaikan hewan qurban yaitu, sapi mencapai 477 ekor dan lebih dari 700 ekor kambing.
“Untuk hewan qurban di Lotim tahun ini mengalami peningkatan 19,8 persen ,ucapnya
Menurut Hultatang , peningkatan ini menjadi indikator positif kondisi ekonomi masyarakat yang membaik sekaligus mencerminkan tingginya semangat berkurban. Dan hewan qurbanpun terbilang bebas penyakit hewan
Dalam pengawasan tahun ini, sebut Hultatang, Dinas Peternakan Lotim menaruh perhatian pada dua penyakit, yaitu cacing hati dan antraks. Cacing hati disebabkan parasit _Fasciola_ yang menyerang organ hati ternak.
Meski begitu, Hultatang memastikan penyakit tersebut tidak berbahaya bagi manusia selama daging dimasak matang. “Kalau kecacingan tidak menular dari daging ke manusia. Yang penting daging dimasak hingga matang,” jelasnya.
Shanya saja yang menjadi perhatian utama yaitu penyakit antraks, karena bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. “Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, pernapasan, hingga infeksi kulit, ” Sebutnya.
Hultatang memastikan seluruh hewan kurban yang dipotong di Lombok Timur dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan indikasi antraks. “Kita bersyukur karena hewan kurban yang dipotong di Lombok Timur tidak ditemukan indikasi penyakit tersebut,” katanya.
Namun pengawasan tetap diperketat. Pulau Sumbawa dikenal sebagai daerah endemis antraks, sehingga potensi penularan lewat lalu lintas ternak tetap diantisipasi.
Untuk menjamin keamanan, Dinas Peternakan menerapkan pemeriksaan antemortem sebelum pemotongan dan postmortem setelah pemotongan. Petugas kesehatan hewan ditempatkan di seluruh desa guna memastikan ternak yang disembelih memenuhi standar kesehatan.
Pemeriksaan organ dalam seperti limpa juga jadi indikator penting untuk memastikan kondisi ternak. “Kami menempatkan petugas di setiap desa untuk mengawal dan memeriksa ternak sesuai prosedur,” tegasnya.
Terhadap oeningkatan jumlah hewan kurban, Menurut Hultatang, dinilai menggambarkan daya beli masyarakat yang meningkat. kemampuan berkurban menunjukkan kondisi ekonomi yang relatif stabil dan membaik.
Ia juga mengapresiasi sejumlah masjid yang menerapkan program tabungan kurban bagi jamaah, seperti Masjid Al Umari Gelayu, Masjid At-Taqwa Pancor, dan Masjid Al Mujahidin Aikmel. “Program tabungan kurban sangat membantu masyarakat agar bisa berkurban tanpa terasa berat,” pungkasnya.
