Dinas Peternakan Lotim Terima Study Tiru dari Tabalong Kalsel, Bahas Penguatan Ketahanan Pangan

Keterangan foto: Kepala Dina Peternakan dan Kesehatan hewan Lombok Timur H Masyhuri (tengah) di dampingi Aekrtwris Dinas Peternakan Tabalong Kalsel Suaidi ( kiri) dan sekretaris Peternakan Lotim deh. surya Wahyudi

LOTIM LOMBOKita – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lombok Timur menerima kunjungan study tiru dari Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, Rabu ((29/7)

Rombongan Tabalong dipimpin Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Tabalong, Suaidi. Kedatangan mereka untuk mempelajari tata cara pengembangan peternakan di Lotim yang dinilai memiliki progres cukup baik.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim H. Masyhuri menjelaskan, program unggulan Lotim saat ini adalah pengembangan sapi potong. Populasinya terus mengalami peningkatan, apalagi sejak adanya program Makan Bergizi Gratis MBG.

“Kalau bicara jumlah, penduduk Lombok Timur kalau disatukan dengan 10 kabupaten di Sumbawa beda tipis. 5 kabupaten itu jumlahnya masih lebih sedikit dari penduduk Lotim,” ujar Masyhuri.

Ia menyebut Lotim saat ini memiliki 18 Pos Kesehatan Hewan Poskeswan dan 15 UPT. Dengan 354 personel dinas yang tersebar, pelayanan dilakukan baik untuk kelompok maupun pemeliharaan ternak perorangan.

“Lotim saat ini kebutuhannya masih suplai ke Kota Mataram. Meski penduduk Lotim banyak, kita juga gerakkan program Lotim Berkembang dengan memberikan kesempatan kepada kelompok peternak,” jelasnya.

Untuk penguatan modal, Pemkab Lotim menyiapkan bantuan bunga bagi kelompok peternakan dan bekerja sama dengan perbankan untuk memberantas praktik rentenir. Upaya ini mendapat apresiasi dari pemerintah pusat selama 2 tahun berturut-turut.

“Dengan kondisi peternakan Lotim saat ini kita belum layak dikunjungi, tapi insya Allah harapan ke depan peternakan Lotim makin bagus,” katanya.

Dinas juga melayani usulan Pokir dewan berupa bantuan sapi, ayam dan lainnya, sejalan dengan visi Presiden terkait ketahanan pangan.

Sementara itu Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Tabalong Suaidi mengatakan, sektor dominan di Tabalong saat ini masih perkebunan karet. Untuk peternakan, Tabalong baru memiliki 3 dokter hewan dan populasi sapi sekitar 3 ribu ekor per tahun. Dari jumlah itu, yang dipotong lebih dari 2 ribu ekor dan sebagian masih disuplai dari luar daerah.

“Kalimantan merupakan lumbung ke depan karena memiliki halaman cukup luas dan penduduk sedikit. Kami berharap ke depan Tabalong dapat meniru tata cara pengembangan hewan ternak seperti di Lotim,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Poskeswan di Lotim yang disebut sebagai pionir di wilayah Lotim bahkan NTB.

Kunjungan study tiru ini diharapkan dapat memperkuat pertukaran informasi dan sinergi antar daerah dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pengembangan sektor peternakan.