Jamaah Haji Melaksanakan Wukuf

LOMBOKita – Jemaah haji Indonesia akan mulai digerakan menuju Arafah pada Rabu Agustus hari ini, atau bertepatan dengan 8 Zulhijah 1438 H. Pada saat yang sama, sebagian jemaah ada yang bergerak menuju Mina untuk melakukan Tarwiyah untuk menginap (mabit).

Kenapa tidak semua jemaah Indonesia melakukan Tarwiyah? Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang juga Anggota Amirul Hajj, Asrorun Ni’am menjelaskan, tarwiyah adalah menginap (mabit) di Mina pada 8 Zulhijah, sebelum wukuf di Padang Arafah.

“Jemaah akan menunaikan salat Zuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan Subuh di Mina. Mereka tidak meninggalkan Mina sebelum terbit matahari di hari Arafah. Hukum melaksanakan Tarwiyah adalah sunah,” jelas Ni’am di Mekah, Selasa (29/8/2017).

Wukuf adalah rukun haji. Karenanya, seluruh jemaah haji Indonesia harus dipastikan sudah berada di Arafah sebelum pelaksanaan wukuf (Zuhur tanggal 9 Zulhijah).

“Memobilisasi jamaah haji dalam jumlah besar (lebih dari 200 ribu), membutuhkan waktu. Karenanya, Pemerintah mengambil kebijakan untuk langsung memberangkatkan jemaah haji Indonesia menuju Arafah untuk persiapan wukuf,” beber dia.

Ia mengatakan, ini dilakukan demi kemaslahatan. Pelaksanaan rukun hajinya, lebih diutamakan. Dari pada mengejar sunnah, akan tetapi berpotensi mengganggu pelaksanaan rukun haji, yaitu wukuf.

Jika seluruh jemaah digerakkan ke Mina terlebih dahulu, lanjut dia, dikhawatirkan saat pelaksanaan wukuf masih ada jemaah yang berada di luar Arafah.

“Jadi, ini akan berpotensi menghilangkan kesempatan pelaksanaan rukun haji. Karena persoalan teknis pemberangkatan, jemaah masih di luar Arafah,” kata dia.

dewatogel88

dewatoto

dewaslot88

dewaselot

dewatoto

dewaselot

pilot138

dewatogel88

dewatoto88

pilot138

torpedo99

neko777

ace99play

ace99play

slot anti rungkat

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

ace99play

alpha4d

alpa4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

alpha4d

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777