Harga Cabai Rawit di Lotim Kembali Meroket , Tembus harga Rp 200 Ribu Perkilogram
LOTIM LOMBOKita- Hargai cabai kembali meroket di beberapa pasaran di wilayah kabupaten Lombok Timur, kembali meroket. Harga tembus ratusan ribu perkilonya,
” harga cabai sekarang sudah tembus angka Rp 200 ribu perkilonya di beberapa pasaran di Lombok Timur,” ungkap Kanaah salah seorang petani yang juga pedagang cabai, pada wartawan, Senin (3/3).
Kenaiakan harga cabai yang cukup tinggi ini. Menurutnya Dirinya merasa bingung, apa.penyebab kenaikan harga yang cukup tinggu ini. Dan hal ini tidak hanya di Lotim tetapi juga terjadi di Lombok Tengah juga
” kita juga bingung apa penyebab harga cabai yang naik cukup drastis ini,” sebutnya.
Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat daerah Pemkab Lotim L Mustiaref saat dikonfirnasi tak membantah, terkait kenaikan harga cabai dipasaran lebih tinggi dari kenaikan sebelumnya.
” memang saat ini harga cabai di kabupaten Lotim saat alami kenaikan harga,” ucapnya.
Terhadap kenaiakan harga tersebut. Tim inplasi pemerintah daerah (TPID) terus melakukan pemantauan dipasaran. Termasuk akan menggelar operasi murah khusus cabai
” Hasil pemantauan kami Jumat (2/4) kemarin dibeberapa pasar di Lotim, seperti pasar Paokmotong, Masbagik. Pancor bersama Asisten II, kadis Perdagangan, memang terjadi kenaikan bahan pokok khususnya cabai merah dipasaran capai Rp 100 ribu ” ucapnya. Tetapi saat dijual pengecer naik menjadi Rp Dan harga di pengecer Rp. 110.000 sd 120.000 perkilogram.sementara harga di champion cabe Rp 55 ribu perkilogramnya.
Disebutkan Mustiaref, guna menekan terjadinya lonjakan cabe dipasaran tersebut, pemerintah akan menggelar pasar murah khusus cabe, termasuk akan menjalin kerjadams dengan kabupaten lain di NTB yang memiliki stok banyak.
“Operasi pasar akan segera kita lakukan, termasuk menjalin kerjasama dengan kabupaten Bima yang memiliki stok cabe tersedia ” sebutnya.
Penyebab kenaikan harga cabai ini kembali. Menurut Mustiaref lantaran banyak tanaman cabe masyarakat yang rusak, akibat cuaca extrem beberapa waoty lalu.
” lahan petani cabai banyak yang rusak. Dan petanipun telah melakukan penanaman kembali,” sebutnya.
