Gerindra Setuju Tim Percepatan Pembangunan Lotim Dibubarkan
LOMBOKita – Dukungan untuk pembubaran tim percepatan pembangunan Lombok Timur yang dibentuk Bupati Lotim,HM.Sukiman Azmy terus berdatangan. Kali ini berasal dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Lotim setuju dibubarkan tim percepatan pembangunan tersebut.
Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Lotim,M.Badran Achsyid kepada wartawan di kantornya menegaskan sangat setuju kalau tim percepatan pembangunan Lotim yang dibentuk Bupati Lotim dibubarkan saja. Karena dianggap menghabis-habiskan anggaran dan hasil kerjanya selama ini belum kelihatan nampak.
” Sangat setuju sekali kalau tim percepatan itu dibubarkan saja ketimbang menjadi beban APBD untuk pembayaran gaji maupun operasionalnya,” tegasnya.
Selain itu, lanjutnya, orang-orang yang duduk di tim percepatan tersebut bukan mereka yang memiliki keahlian dibidang tersebut. Melainkan kebanyakan berasal dari Timses maupun orang dekat Bupati Lotim.
Sementara pada sisi lainnya pembentukan tim percepatan pembangunan tersebut dihajatnya untuk membantu tugas Bupati Lotim.Dalam melaksanakan janji politiknya,visi dan misinya dalam menjalankan pemerintahan di Bumi Patuh Karya ini.
Namun dalam kenyataan dilapangan justru malah kelihatan kalau tim percepatan itu sudah melenceng dari tujuan dibentuknya. Dengan melihat ada personel percepatan itu ikut campur birokrasi sehingga ini yang salah.
” Masak tim percepatan ikut campur masalah birokrasi dan SK Honda ini yang salah, karena tugas percepatan itu membantu tugas Bupati,” ujarnya.
Lain halnya Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Ubaidillah menegaskan tim percepatan itu harus dirombak total personelnya.Dengan mendudukkan orang yang profesional didalamnya sesuai dengan disiplin ilmu yang mempuni dibidangnya.
” Kami setuju kalau tim percepatan itu dirombak total dengan menaruh orang profesional didalamnya, bukan malah menaruh timses atau orang dekat sebagai konsekwensi balas jasa politik,karena kalau seperti itu maka tujuan bupati untuk membentuk tim percepatan dalam membantu tugasnya tidak akan bisa tercapai,” tegas Ubaidillah.
Bahkan lanjutnya, sangat miris sekali kami dengan ketika ada personel dari tim percepatan itu ada yang ikut campur mengurus SK Honda maupun birokrasi di Lotim.
” Tim percepatan itu tugasnya sudah jelas, bukan malah ikut campur ngurus SK Honda maupun penempatan pejabat,apalagi anggaran sangat besar untuk operasional tim percepatan tersebut,”tukasnya.
Begitu juga Anggota DPRD Lotim, Saipullah menegaskan sangat setuju kalau tim percepatan di evaluasi total dengan menempatkan orang yang betul ahli dibidangnya. ” Dievalusi total tim percepatan itu kemudian tempatkan orang yang profesional dibidangnya,”tandasnya.
