Dua Jenazah TKI Korban Kapal Karam Tiba di Lombok, Keluarga Langsung Sholat dan Makamkan

LOMBOKita – Dua jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal tenggelam di perairan Malaysia beberapa waktu lalu akhirnya tiba di rumah duka di Desa Lenek Ramban Biak Kecamatan Lenek Lombok Timur, NTB, Rabu (5/1/2022).

Kedatangan jenazah Supardi (48) dan Rusdi (40) disambut isak tangis haru yang cukup mendalam dari para keluarga dan kerabat yang telah menunggu di rumah duka.

Kedua jenazah tiba sekitar pukul 15.30 Wita, langsung disholatkan dan dimakamkan hari itu juga. Kedua almarhum merupakan korban kapal karam yang ditemukan oleh Tim Search and Rescue (SAR) Malaysia dan telah diidentifikasi.

Dalam proses penjemputan kedua jenazah itu, Kepala Desa Lenek Ramban Biak, Rumintan dikabarkan langsung menjemput mayat warganya di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

“Pak Kepala Desa langsung menjemput jenazah ke bandara,” kata Olivia atau Cati, staf desa Ramban Biak, yang juga adik almarhum Supardi.

Cati menjelaskan, kakanya berangkat dari Lenek dua Minggu sebelum kejadian, dirinya mendapat kabar duka dari teman almarhum yang selamat melalui pesan singkat WhatsApp.

Dalam WA tersebut dikabarkan bahwa kakaknya termasuk menjadi korban kapal tenggelam di perairan Malaysia pada tanggal 15 Desember 2021, yang viral di medsos.

Menurut Cati, kakaknya sudah 5 kali menjadi TKI di Malaysia, dan terbiasa terbiasa merantau ke negeri Jiran. Keluarga besarnya tidak ada firasat akan kejadian tersebut karena sudah terbiasa keluar masuk Malaysia.

Kapal tersebut diduga tenggelam ketika diterjang badai pada Rabu 28 Desember 2021 di perairan sebelah selatan Negara Bagian Johor.

Beberapa jam setelah kapal tersebut tenggelam, tentara Malaysia yang berpatroli menemukan 18 jenazah di pantai, dan sisanya belum dapat ditemukan.