Dipertanyakan, Pembangunan Kelas Huntara Mts Negeri 3 Beriri Jarak‎

LOMBOKita – Sejumlah guru dan orang tua wali murid menyoal mengenai masalah pembangunan kelas Huntara untuk Mts Negeri 3 Beriri Jarak.Pasalnya ada diindikasi pembangunan kelas huntara atau darurat tidak sesuai dengan jumlah bantuan yang diperoleh dari Kementerian Agama pusat.

” Kami pertanyakan mengenai bangunan kelas huntara yang bersumber dari bantuan kementerian agama tersebut,” kata para guru dan wali murid kepada media ini.

Sementara  berdasarkan data yang diperoleh dilapangan kalau anggaran bantuan yang bersumber dari kementerian agama pusat tersebut. Guna membantu Mts Negeri 3 Beriri Jarak yang gedung sekolahnya rusak akibat gempa bumi tersebut.

Dengan memperoleh bantuan sebesar Rp 250 juta dengan rencana pembangunan kelas huntara sebanyak lebih dari lima  lokal, akan tapi dalam realisasinya dilapangan justru dibangun hanya lima lokal saja.‎

” Seharusnya dengan anggaran sebesar itu dibangun lebih dari lima  kelas darurat, tapi dalam realisasinya hanya lima lokal,” ujar pengajar MTs N 3 Beriri Jarak yang enggan dikorankan namanya.

Sementara ditempat terpisah Kepala Mts Negeri 3 Beriri Jarak, H.Muhsan saat dikonfirmasi membenarkan kalau pihak kementerian memberian bantuan untuk pembangunan kelas darurat sebesar Rp 250 juta akibat gempa bumi yang terjadi.

Dengan alokasi anggaran itu untuk pembangunan lima lokal kelas saja. Dengan pembangunan langsung ditangani pihak Kanwil Provinsi,meski dari pihak sekolah sebelumnya telah ditawarkan untuk mengerjakan,akan tapi tidak sanggup dengan anggaran sejumlah itu, karena takutnya tidak cukup.

” Memang kami yang ditawarkan pertama  tapi tidak sanggup,sehingga diambil oleh Kanwil untuk pengerjaannya,” tegas Muhsan.

Selain itu, lanjut Muhsan membantah kalau anggaran sebesar itu digunakan untuk membangunan sembilan ruang belajar darurat tersebut. Melainkan hanya untuk lima lokal saja sesuai dengan petunjuk tehnis yang ada.

” Silahkan saja langsung kroscek ke Kanwil masalah ini pembangunan kelas darurat ini biar menjadi jelas,” pintanya

Kemudian Kepala Kemenag Lotim, H.Azharudin saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sedang sibuk karena ada rapat.” Saya lagi sibuk dan rapat,” katanya.

Keterangan foto ruang belas darurat atau kelas huntara yang di bangun di Mts Negeri 3 Beriri Jarak.