Diduga Sunat Dana Bansos,  Oknum Ajudan Bupati Lotim Didemo

LOTIM LOMBOKita – oknum ajudan Bupati Lombok Timur, didemo belasan mahasiswa  yang tergabung dalam Lingkar Dialektika Rakyat (LDR) Lotim, aksi demo dilakukan di depan  kantor Kejaksaan Negeri Lotim,Kamis (7|4).

Aksi demo ini, mahasiswa meminta agar Kejaksaan segera memproses hukum oknum ajudan Bupati Lotim, yang di duga telah menyunat dana bantuan  sosial.

” Kami minta kejaksaan segera mengusut dan proses tuntas kasus dugaan pemotongan dana bansos yang dilakukan oknum ajudan Bupati,” teriak Zulhuda Apriad  koordinator aksi dalam orasinya.

Menurutnya perbuatan oknum ajudan tersebut, dinilai telah mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lotim terlebih Bupati Lotim.

” Kami minta  pihak kejaksaan menindaklanjuti laporan terkait kasus ini,  segera memproses dan melakukan pemanggilan terhadap oknum ajudan tersebut,” katanya.dihadapan aparat kepolisian yang ikut mengamankan jalannya aksi

Zulhuda juga meminta agar Bupati Lotim untuk segera memecat oknum ajudan, yang diduga tela melakukan pemotongan dana bansos tersebut,

setelah puas menyampaikan orasi dan tuntutannya massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Aksi massa di terima pihak kejaksaan, termasuk.menjelasakan perkembangan kasus yang di pertanyaan.

Kasi Intelejen Kejaksaan Negeri Lotim,Lalu M Rasyidi didampingi Kasi Pidsus,M.Isya Ansory, kepada wartawan memberikan penjelasan terkait laporan dugaan pemotongan dana bansos yang diangkat massa aksi, hal itu telah di tindak lanjuti

Bahkan dalam kasus  tersebut, menurutnya pihaknya menemukan adanya pemotongan sebesar Rp 60 juta berdasarkan temuan pihak inspektorat, tetapi dana tersebut oleh oknum ajudan tersebut telah di kembalikan ke pengelola ponpes yang dipotong tersebut

Dan pengembalian dana potongan tersebut, telah dijelaskan dengan pernyataan tertulis bermaterai.

” Oknum tersebut telah mengembalikan dana bansos tersebut ke penerima ya, diatas materia,” katanya

Menurutnya pihaknya tetap profesional dalam menangani kasus tersebut,termasuk diantaranya kasus pemotongan dana bansos yang diduga dilakukan oknum ajudan tersebut.

” Sebenarnya kalau massa aksi masuk kami akan sampaikan progres perkembangan kasusnya agar mereka mengetahuinya,” ujarnya.